Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Serangan drone Rusia kembali menargetkan infrastruktur vital Ukraina. Otoritas Ukraina melaporkan bahwa pelabuhan Izmail di wilayah Odesa selatan diserang semalam, menyebabkan kerusakan pada kapal sipil berbendera Panama serta sejumlah fasilitas logistik.
Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksiy Kuleba menyatakan bahwa beberapa serangan tercatat di area pelabuhan, merusak berbagai elemen infrastruktur dan peralatan.
“The enemy is once again deliberately striking critical infrastructure and logistics in the Odesa region,” ujar Kuleba melalui aplikasi Telegram.
Salah satu serangan juga memicu kebakaran yang berhasil dipadamkan dengan cepat. Meski demikian, Ukrainian Sea Ports Authority memastikan bahwa operasional pelabuhan tetap berjalan.
Kapal Sipil dan Infrastruktur Terdampak
Pelabuhan Izmail yang terletak di tepi Sungai Danube—berbatasan langsung dengan wilayah Rumania—menjadi salah satu jalur logistik penting bagi Ukraina selama perang. Kawasan ini kerap menjadi sasaran serangan karena perannya dalam ekspor komoditas.
Angkatan Laut Ukraina melaporkan bahwa kapal “LADY MARIS” mengalami kebakaran akibat serangan drone. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan Chornomorsk untuk memuat jagung. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat.
Baca Juga: AS dan Iran Berpeluang Lanjutkan Perundingan Damai di Islamabad Pekan Ini
Gubernur wilayah Odesa Oleh Kiper menyebutkan bahwa serangan juga merusak dermaga dan sebuah tongkang di pelabuhan.
Dampak Lebih Luas di Wilayah Sekitar
Di luar area pelabuhan, serangan menyebabkan kerusakan tambahan pada fasilitas sipil. Sebuah bengkel mobil hancur, sementara kebakaran melalap dua bus penumpang dan tujuh kendaraan lainnya.
Enam rumah warga juga terdampak, dengan kerusakan pada bagian atap. Selain itu, satu unit ambulans dilaporkan rusak. Kiper menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut, meskipun seorang pria berusia 51 tahun harus dirawat di rumah sakit akibat insiden tersebut.
Angkatan udara Ukraina menyatakan bahwa Rusia meluncurkan empat rudal dan 129 drone sejak Senin malam. Dari jumlah tersebut, satu rudal dan 114 drone berhasil ditembak jatuh atau dinetralisir oleh sistem pertahanan udara.
Rusia diketahui terus menargetkan jalur ekspor maritim Ukraina selama konflik yang telah berlangsung selama empat tahun. Serangan terhadap pelabuhan-pelabuhan strategis dinilai sebagai upaya untuk melemahkan perdagangan luar negeri dan ekonomi Ukraina di masa perang.













