Dua Jaksa wilayah investigasi kasus George Floyd, kerusuhan di Amerika belum reda

Senin, 01 Juni 2020 | 21:58 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
Dua Jaksa wilayah investigasi kasus  George Floyd, kerusuhan di Amerika belum reda

ILUSTRASI. Polisi terlihat di antara gas air mata saat pengunjuk rasa terus melakukan protes atas kematian George Floyd saat ditahan oleh polisi Minneapolis, di Minnepolis, Minnesota, Amerika Serikat, Sabtu (30/5/2020). REUTERS/Leah Millis


KONTAN.CO.ID - Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison menyatakan akan bergabung dengan Jaksa Wilayah Hennepin Mike Freeman untuk mengadakan penyelidikan atas kematian George Floyd, warga kulit hitam yang dikeroyok oleh empat orang polisi Minnesota 

Keith Ellison mengumumkan hal ini Minggu (31/5) malam seperti dikutip cbsnews.com. Ellison dan Freeman akan mulai bekerja bersama Senin (1/6) waktu setempat.

Hingga minggu malam, protes warga secara nasional di Amerika Serikat menyerukan diakhirinya kekerasan polisi. Protes yang sebagian berujung dengan kerusuhan ini berlanjut hingga hari keenam Minggu (31/5), 

Beberapa kota di Amerika Serikat telah memberlakukan penegakan hukum dan jam malam. Sekitar 5.000 prajurit dari Garda Nasional juga telah diaktifkan di 15 negara bagian mapun di ibukota Washington, D.C.

Di Atlanta, The Associated Press memberitakan dua petugas polisi dipecat dan tiga lainnya ditempatkan di atas meja tugas karena penggunaan kekuatan yang berlebihan selama insiden penangkapan yang melibatkan dua mahasiswa. 

Sedangkan di Minneapolis, sebuah semi-truk terlihat di video yang tampaknya berusaha menembus kerumunan, sebelum pengemudi ditarik dari kabin. Tidak ada cedera yang dilaporkan di kalangan pengunjuk rasa saat penghentian insiden teruk tangki di jalan tol tersebut.

Seluruh Washington, DC, Garda Nasional - kira-kira 1.700 tentara - dipanggil untuk membantu menanggapi protes di luar Gedung Putih dan di tempat lain di ibukota negara itu, menurut dua pejabat Departemen Pertahanan yang berbicara dengan syarat anonimitas kepada The Associated Press . .

Walikota Washington DC Muriel Bowser mengatakan dirinya telah meminta 500 aparat keamanan untuk membantu penegakan hukum diwilayahnya. 

Lalu pada hari Minggu, ketika protes demonstran meningkat, Sekretaris Angkatan Darat Ryan McCarthy seperti dikuti AP juga memerintahkan kepada sekitar 1.200 pasukan tentara utuk turun membantu.

AP melaporka banyak kebakaran terlihat di sekitar kota Washington ketika demonstrasi berlanjut Minggu (31/5) malam.

Sementara, The Washington Post mengutip pemadam kebakaran kota itu melaporkan terjadi kebakaran pada Minggu malam di ruang bawah tanah Gereja Episkopal St. John, sebuah gereja yang bersejarah di Washington, D.C. 

Api dengan cepat dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran yang tiba dengan pengawalan polisi. Kebakaran tampaknya tidak menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Gereja tersebut berlokasi di seberang Lafayette Park dari Gedung Putih.

Mengutip The Associated Press petugas Gereja mengatakan setiap presiden Amerika Serikat mulai dari James Madison sampai sekarang Donald Trump telah menghadiri kebaktian di sana. Karenanya warga sekitar memberikan julukan "gereja presiden".

Sementara di seluruh wilayah Los Angeles telah memberlakukan jam malam mulai pukul 6 malam. Aturan ini berlaku pada hari Minggu (31/5) sampai jam 6 pagi hari Senin (1/6) setelah pada akhir pekan terjadi kerusuhan hebat.

Kota ini memberlakukan denda bagi pelanggaran jam malam sebesar $ 1.000 bagi warga atau dilakukan penangkapan oleh kepolisian.

"Tidak seorang pun ... akan berada di jalan umum, jalan, bulevard, jalan setapak, gang, taman atau area publik atau realty pribadi yang tidak ditingkatkan di wilayah ini," kata perintah kota.

Keadaan darurat sebelumnya dinyatakan untuk LA County pada hari Sabtu karena ketegangan terus meningkat di daerah tersebut.

Jam malam di seluruh negeri dikeluarkan setelah penjarahan di Beverly Hills, Los Angeles, Santa Monica dan kota-kota lain selama beberapa hari terakhir menyusul kemarahan atas penangkapan mematikan oleh polisi terhadap George Floyd di Minneapolis

Editor: Syamsul Azhar

Terbaru