kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.720   1,00   0,01%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Dua perusahaan raksasa AS akan memproduksi 50.000 ventilator dalam 100 hari


Selasa, 31 Maret 2020 / 05:41 WIB
ILUSTRASI. Logo Ford. REUTERS/Francois Lenoir


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - DETROIT. Ford Motor Co mengatakan pada hari Senin (30/3/2020) bahwa pihaknya akan memproduksi 50.000 ventilator selama 100 hari ke depan di pabrik di Michigan bekerja sama dengan unit kesehatan General Electric. Melansir Reuters, Ford menargetkan, bisa memproduksi 30.000 ventilator per bulan sesuai kebutuhan untuk merawat pasien yang menderita virus corona.

Baca Juga: Kekurangan alat medis, kematian di AS akibat corona bisa 200.000 orang

Ford mengatakan desain ventilator yang disederhanakan, yang dilisensikan oleh GE Healthcare dari Airon Corp yang berbasis di Florida dan telah disetujui oleh Food and Drug Administration, dapat memenuhi kebutuhan sebagian besar pasien COVID-19 dan bergantung pada tekanan udara tanpa memerlukan listrik.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat sudah menandatangani sebuah perintah yang mengharuskan produsen mobil General Motors Co untuk memproduksi ventilator untuk melawan pandemi virus corona berdasarkan Undang-Undang Produksi Pertahanan.

Baca Juga: Lawan wabah corona, Trump memerintahkan General Motors untuk membuat ventilator

Dalam sebuah memorandum yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, Trump mengatakan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar akan menentukan jumlah ventilator GM yang harus diproduksi.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×