kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.158   1,00   0,01%
  • IDX 7.621   -2,20   -0,03%
  • KOMPAS100 1.052   -3,78   -0,36%
  • LQ45 757   -2,62   -0,35%
  • ISSI 277   -0,92   -0,33%
  • IDX30 403   -0,40   -0,10%
  • IDXHIDIV20 488   -0,78   -0,16%
  • IDX80 118   -0,36   -0,30%
  • IDXV30 138   0,41   0,30%
  • IDXQ30 129   -0,01   -0,01%

Dulu jadi penyebab krisis Asia, baht kini diburu investor


Rabu, 07 Agustus 2019 / 16:19 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Belakangan, emerging market global memang tengah terpukul oleh beragam sentimen yakni the Federal Reserve, Donald Trump, dan yuan China. Pada Senin (5/8) lalu, China membiarkan yuan melemah melampaui level 7 terhadap dollar di tengah ancaman penerapan kenaikan pajak impor oleh AS. Dua sentimen ini semakin membuat trader gelisah, setelah sebelumnya the Fed memberikan sinyal bahwa mereka tidak akan melanjutkan pelonggaran kebijakan.

Baca Juga: Trump effect juga menenggelamkan mata uang Asia, performa rupiah terburuk

Menurut Sim Moh Siong, currency strategist Bank of Singapore Ltd, tidak seperti Taiwan dan Korea Selatan, yang juga mencatatkan surplus neraca dagang, Thailand tidak secara langsung berada dalam rantai pasokan perdagangan global.

"Baht menjadi tempat berlindung bagi investor di kawasan regional pada masa-masa dilakukannya penghindaran risiko (risk aversion). Kinerja baht belakangan ini menjadi buktinya," kata Khoon Goh, head of Asia research Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Singapura.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×