kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Dulu jadi penyebab krisis Asia, baht kini diburu investor


Rabu, 07 Agustus 2019 / 16:19 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Belakangan, emerging market global memang tengah terpukul oleh beragam sentimen yakni the Federal Reserve, Donald Trump, dan yuan China. Pada Senin (5/8) lalu, China membiarkan yuan melemah melampaui level 7 terhadap dollar di tengah ancaman penerapan kenaikan pajak impor oleh AS. Dua sentimen ini semakin membuat trader gelisah, setelah sebelumnya the Fed memberikan sinyal bahwa mereka tidak akan melanjutkan pelonggaran kebijakan.

Baca Juga: Trump effect juga menenggelamkan mata uang Asia, performa rupiah terburuk

Menurut Sim Moh Siong, currency strategist Bank of Singapore Ltd, tidak seperti Taiwan dan Korea Selatan, yang juga mencatatkan surplus neraca dagang, Thailand tidak secara langsung berada dalam rantai pasokan perdagangan global.

"Baht menjadi tempat berlindung bagi investor di kawasan regional pada masa-masa dilakukannya penghindaran risiko (risk aversion). Kinerja baht belakangan ini menjadi buktinya," kata Khoon Goh, head of Asia research Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Singapura.




TERBARU

[X]
×