kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.536   36,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dunia butuh persatuan, WHO: Politisasi pandemi telah memperburuk keadaan


Senin, 22 Juni 2020 / 20:51 WIB
ILUSTRASI. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers tentang situasi terbaru virus corona (COVID-2019) di Jenewa, Swiss, 28 Februari 2020. REUTERS/Denis Balibouse/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kurangnya kepemimpinan dan persatuan global dalam melawan virus corona baru adalah ancaman yang lebih besar dari wabah itu sendiri. Dan, politisasi pandemi memperburuk keadaan.

Hanya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus tidak memerincinya. Tapi, beberapa negara anggota telah mengkritik WHO, terutama Amerika Serikat (AS) yang mengatakan, lembaga di bawah PBB itu terlalu lemah, lambat, dan "China-sentris" dalam menangani pandemi virus corona.

Anggota lain juga menyerukan peninjauan terhadap pandemi virus corona, dengan Australia mendesak WHO untuk memiliki lebih banyak kekuatan yang memungkinkannya untuk merespon lebih cepat terhadap krisis kesehatan akibat penyakit Covid-19.

Baca Juga: Waspada! WHO: Dunia berada dalam fase baru pandemi corona dan berbahaya

"Dunia sangat membutuhkan persatuan nasional dan solidaritas global. Politisasi pandemi telah memperburuknya," kata Tedros di forum kesehatan virtual KTT Pemerintah Dunia, acara yang diselenggarakan oleh Dubai, Senin (22/6), seperti dikutip Reuters.

"Ancaman terbesar yang kita hadapi sekarang bukanlah virus itu sendiri, tapi kurangnya solidaritas global dan kepemimpinan global," ujarnya.

Tedros menyatakan, beberapa bagian dari peraturan kesehatan internasional perlu diperkuat untuk membuatnya "lebih sesuai dengan tujuan". Tapi, dia tidak menyebutkan bagian mana. Hanya, bagian itu membutuhkan "dana terkoordinasi, bisa diprediksi, transparan, luas, dan fleksibel" untuk dilaksanakan sepenuhnya.

Baca Juga: Ini yang prioritas pertama mendapatkan vaksin corona, menurut WHO

Menurut Tedros, semua negara harus menjadikan perawatan kesehatan universal sebagai prioritas. Ia juga memperingatkan, dunia telah belajar dengan cara yang sulit bahwa sistem perawatan kesehatan yang kuat adalah "dasar dari keamanan kesehatan global serta  pembangunan sosial dan ekonomi dunia".

WHO pada Jumat (19/6) pekan lalu mengeluarkan peringata: pandemi semakin cepat dan sangat berbahaya. Sementara Menteri Kesehatan Norwegia Bent Hoeie menyebutkan, wabah virus corona "masih jauh dari selesai".




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×