kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Duta besar China: Kelas menengah AS akan bayar mahal kebijakan Trump


Jumat, 23 Maret 2018 / 08:39 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Duta besar China untuk Amerika Serikat (AS) memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa China akan membalas kebijakan impor yang diumumkan AS. Sang dubes bahkan mengatakan kelas menengah AS akan membayar harga yang mahal untuk kebijakan ini.

Mengutip Bloomberg, Jumat (23/3), Duta Besar China untuk AS, Cui Tiankai mengatakan bahwa China tidak menginginkan perang dagang. "Tapi kami tidak takut melakukan hal itu," ungkap Cui, dilansir dari Bloomberg.

Cui mengatakan tuduhan pelanggaran properti intelektual yang dilontarkan Trump merupakan tuduhan yang "tidak berdasar" dan negaranya "pasti akan melawan dan membalas". Ia mengirim pesan bahwa jika Trump ingin bermain keras, China akan meladeni dan melihat siapa yang akan bertahan lebih lama.

Cui menambahkan, sanksi perdagangan Trump terhadap China tidak masuk akal secara ekonomi, karena konflik yang meningkat akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari orang-orang kelas menengah AS, neraca perusahaan Amerika dan indeks pasar keuangan AS.

“China tidak menginginkan perang dagang dengan siapa pun. Tetapi Cina tidak takut dan tidak akan mundur dari perang dagang. Kami akan berjuang sampai akhir untuk membela kepentingan dengan semua langkah yang diperlukan,” tegas Cui.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×