Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang menguat tajam pada perdagangan Kamis (25/6/2026), didorong reli saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) setelah produsen chip memori asal Amerika Serikat, Micron Technology, mengeluarkan proyeksi laba dan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi pasar.
Melansir Reuters, Indeks Nikkei 225 melonjak 3,72% menjadi 71.754,53 pada pukul 01.59 GMT. Jika penguatan ini bertahan hingga penutupan perdagangan, Nikkei akan mengakhiri tren pelemahan dalam dua sesi sebelumnya.
Baca Juga: AS Menuduh China Berusaha Mencegah Negara Bagian dan Bisnis Terlibat dengan Taiwan
Sementara itu, indeks yang lebih luas, TOPIX, naik 1,34% ke level 4.016,71.
Kenaikan pasar saham Jepang terjadi setelah Micron, salah satu pemasok utama chip memori untuk prosesor AI milik NVIDIA, memproyeksikan laba dan pendapatan kuartalan di atas perkiraan analis.
Perusahaan juga mengungkapkan bahwa pelanggan telah berkomitmen membeli chip memori senilai US$ 22 miliar untuk mengamankan pasokan.
Kabar tersebut mendorong saham Micron melonjak 12% dalam perdagangan setelah jam bursa (after-hours) di Wall Street pada Rabu (24/6).
Sentimen positif itu turut mengangkat saham produsen chip Korea Selatan, SK Hynix, yang naik hingga 11,1% pada perdagangan pagi hari.
"Lonjakan tajam Nikkei semata-mata dipicu oleh laporan keuangan Micron," kata Takamasa Ikeda, Senior Portfolio Manager di GCI Asset Management.
Baca Juga: Bangunan Ambruk di Caracas! Gempa M 7,5 Guncang Venezuela, Korban Besar Dikhawatirkan
Menurutnya, indeks saham semikonduktor Amerika Serikat yang memiliki korelasi kuat dengan Nikkei berpotensi kembali menguat seiring membaiknya prospek industri AI.
Di Jepang, saham produsen peralatan pengujian chip Advantest melesat 11,8%, sementara produsen peralatan manufaktur chip Tokyo Electron naik 7,9%.
Saham produsen memori Kioxia juga menguat 9%.
Tidak hanya sektor semikonduktor, saham perusahaan pemasok material pusat data AI ikut menikmati reli. Saham Murata Manufacturing naik 6,35%, sedangkan Taiyo Yuden melesat 11%.
Di tengah penguatan pasar secara keseluruhan, sektor energi justru bergerak melemah setelah harga minyak dunia kembali turun. Indeks sektor pertambangan merosot 3,2%, dengan saham Inpex Corporation turun 3,53%.
Baca Juga: Rupiah Dekati Rp 18.000 Kamis (25/6), Peso Filipina Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia
Sementara itu, saham perusahaan pelayaran Jepang juga terkoreksi. Saham Kawasaki Kisen Kaisha turun 3%, sementara indeks sektor pelayaran melemah hampir 2%.
Dari lebih dari 1.500 saham yang diperdagangkan di pasar utama Bursa Efek Tokyo, sekitar 74% mencatat kenaikan, 21% melemah, dan sisanya bergerak stagnan.














