kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.956   -17,00   -0,09%
  • IDX 5.973   88,72   1,51%
  • KOMPAS100 777   12,98   1,70%
  • LQ45 587   9,29   1,61%
  • ISSI 207   3,43   1,69%
  • IDX30 333   5,54   1,69%
  • IDXHIDIV20 408   6,19   1,54%
  • IDX80 88   1,49   1,73%
  • IDXV30 111   2,12   1,95%
  • IDXQ30 107   1,81   1,72%

Bangunan Ambruk di Caracas! Gempa M 7,5 Guncang Venezuela, Korban Besar Dikhawatirkan


Kamis, 25 Juni 2026 / 09:47 WIB
Bangunan Ambruk di Caracas! Gempa M 7,5 Guncang Venezuela, Korban Besar Dikhawatirkan
ILUSTRASI. Gempa Venezuela (REUTERS/Maxwell Briceno)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Venezuela pada Rabu (24/6/2026), menyebabkan sejumlah bangunan runtuh di ibu kota Caracas, menjebak warga di bawah reruntuhan, dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran.

Otoritas serta lembaga pemantau gempa memperingatkan potensi korban jiwa dan kerusakan yang sangat besar akibat bencana tersebut.

Baca Juga: Rupiah Dekati Rp 18.000 Kamis (25/6), Peso Filipina Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia

Berdasarkan data U.S. Geological Survey (USGS), gempa berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas.

Kurang dari satu menit kemudian, gempa kedua berkekuatan magnitudo 7,5 kembali mengguncang kawasan tersebut.

USGS menyatakan bahwa gempa ini berpotensi menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan yang meluas di berbagai wilayah Venezuela.

"Korban jiwa dalam jumlah besar dan kerusakan yang luas sangat mungkin terjadi, dan bencana ini diperkirakan berdampak secara luas," tulis USGS dilansir Reuters.

Lembaga tersebut pada estimasi awal memperkirakan jumlah korban meninggal dapat berada dalam kisaran 10.000 hingga 100.000 orang.

Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan, pemerintah akan menetapkan status darurat dan mengajukan bantuan pendanaan kepada berbagai organisasi multilateral guna mendukung proses pemulihan.

Baca Juga: Pengangguran Australia Turun ke 4,4%, Harapan Pemangkasan Suku Bunga Kian Menipis

"Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat peristiwa ini," kata Rodriguez dalam pidato nasional tanpa merinci jumlah korban meninggal maupun luka-luka secara nasional.

Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello mengatakan, sejumlah bangunan dan rumah warga dilaporkan ambruk akibat guncangan.

"Kami memiliki gedung, rumah, dan bangunan yang runtuh. Kami sedang menangani situasi ini dengan seluruh sumber daya keamanan dan bantuan sipil yang tersedia," ujarnya melalui televisi pemerintah.

Rekaman video menunjukkan petugas penyelamat bekerja di tengah reruntuhan bangunan yang ambruk di Caracas saat malam hari, sementara keluarga korban berupaya mencari informasi mengenai kerabat yang diduga masih terjebak.

Wali Kota Chacao Gustavo Duque mengungkapkan, beberapa bangunan runtuh di wilayahnya. Sebanyak 18 orang berhasil dievakuasi hidup-hidup dari salah satu gedung yang roboh.

"Kami akan melakukan segala upaya untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang," katanya.

Di negara bagian pesisir Falcon, Gubernur Victor Clark melaporkan sedikitnya 22 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, 15 orang dewasa masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Baca Juga: Trump Deklarasikan Amerika Kembali di Perayaan Akbar 250 Tahun Kemerdekaan AS

Warga Berhamburan ke Jalan

Gempa terjadi saat banyak warga berada di rumah karena hari libur nasional yang memperingati kemenangan militer Venezuela pada tahun 1821 dalam perjuangan kemerdekaan dari Spanyol.

"Begitu gempa dimulai, kami mendengar orang-orang berteriak. Semua berlari menuruni tangga," kata Astrid Ramirez, seorang pekerja publikasi berusia 41 tahun yang tinggal di Caracas bagian barat.

Warga di berbagai wilayah Caracas bergegas keluar dari bangunan ketika guncangan kuat menggoyang kota. Caracas sendiri pernah mengalami gempa mematikan berkekuatan magnitudo 6,3 pada tahun 1967.

"Suaranya sangat keras. Banyak barang jatuh di rumah, termasuk benda-benda di dalam kulkas. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini," ujar Coro Martinez, warga Caracas timur berusia 56 tahun.

Maria Romero, pensiunan berusia 80 tahun yang tinggal di Caracas bagian selatan, mengatakan polisi membantu mengevakuasinya dari rumah.

"Gempa ini sangat mengerikan, bahkan lebih parah dibanding gempa tahun 1967," katanya.

Baca Juga: China Bergerak Lagi! PBOC Tambah Reverse Repo Overnight untuk Jaga Pasar Keuangan

Bandara Ditutup, Sekolah Diliburkan

Pemerintah Venezuela menutup bandara internasional utama negara itu di Maiquetia, yang terletak di pesisir utara Caracas, setelah fasilitas tersebut mengalami kerusakan akibat gempa.

Rodriguez juga mengumumkan pembatalan kegiatan belajar mengajar hingga akhir pekan ini untuk memberikan ruang bagi otoritas melakukan penilaian kerusakan.

Di sektor kesehatan, rumah sakit di Caracas mulai meningkatkan kesiapsiagaan untuk menerima lonjakan pasien. Salah satu pekerja di Hospital de Clinicas mengatakan staf diminta menambah jam kerja guna membantu penanganan korban.

Baca Juga: Dolar AS ke Level Tertinggi 13 Bulan Kamis (25/6), Bertaruh The Fed Naikkan Bunga

Infrastruktur Minyak Masih Aman

Meski demikian, hingga saat ini infrastruktur minyak Venezuela belum dilaporkan mengalami gangguan signifikan. Sebagian besar wilayah yang mengalami kerusakan berat tidak berada di dekat fasilitas utama industri migas negara tersebut.

Otoritas perlindungan sipil di Maracaibo, dekat kawasan produksi minyak Danau Maracaibo, menyatakan belum menerima laporan korban jiwa maupun kerusakan serius.

Sejumlah perusahaan energi yang beroperasi di Venezuela saat ini masih melakukan pendataan karyawan serta pemeriksaan awal terhadap kondisi ladang minyak, kilang, dan fasilitas produksi lainnya.

Sumber industri menyebut gangguan pasokan listrik berkepanjangan berpotensi memengaruhi tingkat produksi minyak jika pemulihan layanan tidak segera dilakukan.

Baca Juga: Bursa Asia Melesat Kamis (25/6), Micron dan Qualcomm Redakan Kekhawatiran Saham AI

Peringatan Tsunami Dicabut

Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat sempat mengeluarkan peringatan potensi tsunami untuk Puerto Rico serta Kepulauan Virgin Amerika Serikat dan Inggris setelah gempa terjadi. Namun, peringatan tersebut dicabut sekitar satu jam kemudian setelah risiko dinilai mereda.

Venezuela berada di kawasan yang aktif secara seismik karena terletak di pertemuan antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan.

Menurut data USGS, sekitar 30.000 orang tewas akibat gempa besar yang menghancurkan wilayah Merida dan Caracas pada tahun 1812.




TERBARU

[X]
×