Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Indeks saham utama Jepang, Nikkei, ditutup pada rekor tertinggi untuk hari ketiga berturut-turut pada Rabu (17/6/2026), mendekati level psikologis 70.000 poin. Penguatan pasar didorong oleh meredanya kekhawatiran atas konflik di Timur Tengah serta berlanjutnya aksi beli pada saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) menjelang keputusan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Indeks Nikkei naik 0,7% dan ditutup di level 69.902,25. Dalam perdagangan intraday, indeks sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di 70.125,75. Sementara itu, indeks yang lebih luas, Topix, menguat 0,6% menjadi 4.013,23.
Sentimen pasar membaik setelah rincian kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran mulai terungkap. Presiden AS Donald Trump menyatakan perjanjian tersebut akan memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir, sementara seorang pejabat AS mengatakan Teheran akan kembali diizinkan menjual minyak setelah kesepakatan resmi ditandatangani.
Baca Juga: India Blokir Telegram Saat Ujian Kedokteran, Telegram Gugat Pemerintah
Harga minyak dunia juga melanjutkan penurunan setelah investor menilai dampak kesepakatan damai tersebut terhadap pasokan energi global.
Strategis Nomura Securities, Maki Sawada, mengatakan kekhawatiran terhadap risiko geopolitik terus mereda dibandingkan sehari sebelumnya. Di sisi lain, optimisme terhadap pertumbuhan permintaan teknologi AI masih menjadi pendorong utama pasar, terutama pada saham-saham semikonduktor berkapitalisasi besar dan perusahaan yang terkait dengan pengembangan AI.
Secara keseluruhan, kondisi pasar menunjukkan kekuatan yang cukup solid. Sebanyak 137 saham dalam indeks Nikkei menguat, sementara 85 saham mengalami penurunan.
Saham-saham yang terkait dengan teknologi AI menjadi motor utama penguatan pasar. Produsen peralatan inspeksi chip Lasertec melonjak 13,2% dan ditutup pada rekor tertinggi baru. Produsen komponen elektronik Murata Manufacturing naik 3,2%, sedangkan perusahaan robot industri Yaskawa Electric menguat 2,9%.
Di sisi lain, saham yang mengalami penurunan terbesar adalah perusahaan asuransi jiwa T&D Holdings yang turun 3,2%. Disusul konglomerasi investasi teknologi SoftBank Group yang melemah 3,1%, serta produsen peralatan medis dan optik Olympus yang terkoreksi 3%.
Nikkei sempat menembus level 70.000 poin untuk pertama kalinya pada Selasa setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1,00%, sesuai ekspektasi pasar.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke Amerika Serikat, khususnya pada konferensi pers pertama Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, setelah rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Investor akan mencermati pandangannya mengenai inflasi, tingkat pengangguran, dan prospek ekonomi AS.
Baca Juga: China Luncurkan Jurus Baru Perluas Penggunaan Yuan Secara Global
Mayoritas pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini dalam pertemuan kebijakan moneternya.













