kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonom ramal ekonomi China hanya tumbuh 7,4%


Senin, 23 Juli 2012 / 07:00 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak mentah. REUTERS/Angus Mordant/File Photo


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BEIJING. Isu perlambatan perekonomian China sepertinya masih akan menjadi kecemasan pelaku pasar global. Kemarin (22/7), penasehat Bank Sentral China Song Guoqing memprediksi, tingkat pertumbuhan China akan melambat menjadi 7,4% pada kuartal III ini.

Selain itu, Song yang juga anggota akademisi komite kebijakan moneter People\'s Bank of China, juga mengingatkan penurunan harga produksi ditambah dengan tingkat inflasi konsumen yang tinggi akan memukul return perusahaan-perusahaan industri. Ujung-ujungnya, industri di China malas berekspansi.

"Konsensusnya adalah tingkat pertumbuhan ekonomi China akan mendekati 8% dalam beberapa bulan ke depan. Namun saya pribadi pesimistis karena adanya kendala dari segi ekspor. Ada risiko dikeluarkannya kebijakan pemerintah jika tingkat ekspor China anjlok lebih dalam dari prediksi beberapa bulan ke depan," jelasnya.

Pernyataan Song ini diutarakan pada forum yang digelar oleh China Center for Economic Research Peking University, di mana dia menjabat sebagai profesor spesialis perekonomian dan inflasi China.




TERBARU

[X]
×