kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Ekonomi dunia melambat, risiko gagal bayar utang korporasi Asia Pasifik meningkat


Selasa, 01 Oktober 2019 / 15:45 WIB
ILUSTRASI. Moodys Investors Service


Reporter: Grace Olivia | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perlemahan ekonomi global menimbulkan risiko gagal bayar (default) utang korporasi di kawasan Asia Pasifik. Di saat total utang korporasi terus naik, kemampuan pembayaran utang terancam penerimaan perusahaan yang tertekan akibat aktivitas ekonomi yang menurun.

Dalam laporan terbarunya, Moody’s Investors Service, Senin (30/9), menyebut, pertumbuhan ekonomi yang menurun secara global berpotensi melemahkan kemampuan perusahaan, terutama di Asia Pasifik, dalam melunasi utangnya.

Baca Juga: Moody’s: Indonesia salah satu negara paling rentan gagal bayar utang korporasi

Laporan bertajuk  “Risks from Leveraged Corporates Grow as Macroeconomic Conditions Worsen” ini menyoroti 13 negara Asia Pasifik yaitu Australia, China, Hong Kong, India, Jepang, Korea, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand,  dan Indonesia.

Lembaga pemeringkat utang internasional itu mencatat, total utang korporasi dalam dolar Amerika Serikat (AS) pada 13 negara ini sebenarnya hanya tumbuh sekitar 1% secara year-on-year (yoy) pada akhir 2018 lalu. Ini merupakan pertumbuhan utang terendah sejak krisis finansial global.

Kendati demikian, utang korporasi secara keseluruhan tetap tergolong relatif tinggi terhadap produk domestik bruto (PDB) di beberapa negara Asia Pasifik tersebut.

Bahkan, total utang korporasi (outstanding) di sebagian negara mencapai empat kali lebih tinggi daripada pendapatan perusahaan sebelum pajak, bunga, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA).

Perusahaan dengan rasio utang terhadap EBITDA di atas empat kali menandakan profitabilitas dan likuiditas perusahaan yang rendah.

Baca Juga: Diduga ada fraud dalam kasus gagal bayar Duniatex, Bareskrim lakukan investigasi




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×