kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ekonomi dunia melambat, risiko gagal bayar utang korporasi Asia Pasifik meningkat


Selasa, 01 Oktober 2019 / 15:45 WIB
Ekonomi dunia melambat, risiko gagal bayar utang korporasi Asia Pasifik meningkat
ILUSTRASI. Moodys Investors Service

Reporter: Grace Olivia | Editor: Komarul Hidayat

Tambah lagi, kondisi makroekonomi global yang memburuk turut menyeret pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Pasifik di 2019 dan 2020. Hal ini sudah terlihat dari pertumbuhan ekspor negara-negara Asia Pasifik yang melambat menjadi hanya 4,3% yoy pada kuartal IV-2018, dari sebelumnya menyentuh 14% pada kuartal ketiga 2017.

Oleh karena itu, Moody’s menilai hal ini meningkatkan risiko default, meski di negara dengan tingkat utang korporasi yang rendah sekalipun.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Stabil, Investasi di Reksadana Tancap Gas

“Tingkat default perusahaan di Asia Pasifik sejauh ini rendah, terbantu oleh tingkat suku bunga rendah dan kondisi pendanaan yang menguntungkan, tetapi meningkatnya ketegangan perdagangan dan geopolitik membebani ekonomi global dan rantai pasokan di tengah pertumbuhan yang sudah melambat,” kata Rebaca Tan, Asisten Wakil Presiden sekaligus Analis Moody’s dalam laporan itu.

Moody’s mengamati, sektor-sektor berorientasi perdagangan seperti manufaktur, perdagangan besar dan ritel, transportasi dan penyimpanan, agrikultur, perikanan dan pertambangan, mengalami kenaikan tingkat utang.

Peningkatan utang ditambah rentannya sektor-sektor tersebut terhadap perlambatan ekonomi global dan gangguan rantai pasok ini pun menambah risiko bagi perbankan dalam menyalurkan pendanaan kepada perusahaan. Untungnya, risiko pendanaan tersebut sedikit berkurang di tengah melonggarnya kebijakan suku bunga global.

Baca Juga: BIS ingatkan booming sekuritisasi kredit berisiko memicu krisis seperti tahun 2008




TERBARU

Close [X]
×