kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.960
  • EMAS705.000 1,15%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Ekonomi Jerman Tumbuh 1.5 Persen Tahun 2018, Terlemah Selama Lima Tahun


Rabu, 16 Januari 2019 / 09:14 WIB

Ekonomi Jerman Tumbuh 1.5 Persen Tahun 2018, Terlemah Selama Lima Tahun
ILUSTRASI. Pusat perbelanjaan di Kota Munich, Jerman.

KONTAN.CO.ID - DW. Pertumbuhan Jerman yang merupakan perekonomian terbesar di Eropa melambat. Menurut data Biro Statistik Federal (Statistisches Bundesamt) yang dirilis hari Selasa (14/1), pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 hanya menyacapai 1,5 persen, angka terendah sejak lima tahun terakhir. Tahun 2017, pertumbuhan ekonomi masih mencapai 2,2 persen.

Tantangan terbesar bagi perekonomian adalah kebijakan pemerintah AS di bawah Donald Trump, yang melancarkan perang dagang terhadap Cina dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

Resiko ekonomi Brexit masih belum dapat diperhitungkan, karena prosesnya masih belum jelas. Parlemen Inggris baru akan melakukan pemungutan suara tentang kesepakatan pemerintah Inggris dan Uni Eropa mengenai prosedur Brexit. Namun kalangan pengamat yakin, proposal Perdana Menteri Theresa May tidak akan mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen Inggris. Masih belum jelas, apa yang akan terjadi selanjutnya di Inggris.

Masih tetap tumbuh

Sekalipun melemah, perekonomian Jerman masih tetap menunjukkan pertumbuhan yang dicapai setiap tahun sejak 2010. Resesi terakhir dialamai ekonomi Jerman pada tahun 2009 sehubungan dengan krisis keuangan global.

Biro Statiftik Federal mengatakan, perekonomian tahun 2018 masih ditunjang oleh pertumbuhan konsumsi dalam negeri yang kuat. Selain itu, angka investasi perusahaan juga masih menunjukkan peningkatan. Terutama sektor bangunan menunjukkan kegiatan yang dinamis. Juga pengeluaran negara, terutama untuk pelayanan sosial dan upah dan gaji menunjukkan kenaikan.

Tidak seperti biasanya, sektor ekspor tahun 2018 tidak mampu menjadi motor pertumbuhan. Dibanding tahun sebelumnya, Jerman mencatat lebih sedikit dan pada saat yang sama lebih banyak impor.

Anggaran negara stabil

Alasan utama yang membebani neraca perdagangan adalah konflik dagang yanng dipicu pemerintah Amerika Serikat di bawah Donald Trump. Selain itu, sektor otomotif Jerman, yang merupakan salah satu sektor terpenting di pasar ekspor, menghadapi kesulitan besar menghadapi berbagai regulasi baru soal pembatasan emisi. Pembuat mobil tahun yang lalu beberapa kali terpaksa harus menurunkan produksinya.

Namun trend pertumbuhan yang positif masih menguntungkan keuangan negara. Untuk kelima kalinya berturut-turut, tahun 2018 pendapatan negara lebih besar daripada pengeluaran. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk belanja negara tahun 2019 pemerintah Jerman juga tidak merencanakan utang baru.

 


Sumber : DW.com
Editor: Sri Sayekti
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0529 || diagnostic_web = 0.3162

Close [X]
×