kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.990   31,00   0,17%
  • IDX 5.890   -12,50   -0,21%
  • KOMPAS100 779   -3,86   -0,49%
  • LQ45 587   -2,51   -0,43%
  • ISSI 202   0,42   0,21%
  • IDX30 334   -1,33   -0,40%
  • IDXHIDIV20 412   -0,98   -0,24%
  • IDX80 88   -0,32   -0,37%
  • IDXV30 111   -0,03   -0,02%
  • IDXQ30 107   -0,29   -0,27%

Ekspor Elektronik Malaysia Berpotensi Tembus US$ 197 Miliar


Selasa, 09 Juni 2026 / 15:40 WIB
Ekspor Elektronik Malaysia Berpotensi Tembus US$ 197 Miliar
ILUSTRASI. Suasana kota Kuala Lumpur (Wong Fok Loy/SOPA Images via REUTERS)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri semikonduktor diperkirakan akan terus menjadi motor penggerak ekspor Malaysia pada tahun ini. Bahkan, ekspor sektor listrik dan elektronik (electrical and electronics/E&E) negara tersebut berpotensi melampaui 800 miliar ringgit Malaysia atau sekitar US$ 197 miliar.

Presiden Malaysia Semiconductor Industry Association (MSIA), Wong Siew Hai, mengatakan tren pertumbuhan ekspor elektronik Malaysia masih akan berlanjut setelah mencatat kenaikan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Data menunjukkan ekspor E&E Malaysia mencapai 711 miliar ringgit pada 2025, meningkat dari 601 miliar ringgit pada tahun sebelumnya. Semikonduktor menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 65% dari total ekspor sektor tersebut.

"Saya tidak melihat pertumbuhan ini melambat. Saya melihat tren ini akan terus berlanjut. Bahkan, angkanya bisa lebih tinggi tahun ini," ujar Wong dalam wawancara dengan Bloomberg TV.

Optimisme tersebut muncul di tengah berbagai tantangan global yang masih membayangi industri cip. Salah satunya adalah kenaikan biaya produksi akibat lonjakan harga helium menyusul konflik di Iran. Helium merupakan salah satu bahan penting yang digunakan dalam proses manufaktur semikonduktor.

Meski demikian, Wong menegaskan hingga saat ini operasional industri cip Malaysia belum mengalami gangguan. Menurutnya, perusahaan-perusahaan semikonduktor di negara itu masih mampu menjaga kinerja di tengah ketegangan geopolitik, tekanan tarif perdagangan global, serta penguatan nilai tukar ringgit.

Baca Juga: Investor Global Borong Obligasi Malaysia, Kepemilikan Cetak Rekor

Wong menilai Malaysia sedang berada pada momentum penting untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok semikonduktor global. Ia menyebut peluang yang dihadapi saat ini sebagai kesempatan yang hanya datang sekali dalam satu generasi.

Sebagai salah satu pusat manufaktur cip di Asia Tenggara, Malaysia dinilai memiliki posisi strategis karena dapat melayani kebutuhan pasar Amerika Serikat maupun China. Keunggulan tersebut menjadi modal bagi negara itu untuk naik ke segmen industri semikonduktor yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Selain itu, Malaysia juga berupaya menarik lebih banyak investasi dari Jepang untuk memperkuat ekosistem industri cip domestik dan menutup sejumlah celah dalam rantai pasok semikonduktor nasional.

Upaya tersebut sejalan dengan kunjungan kerja Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, ke Jepang selama tiga hari. Kunjungan itu diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan investasi baru, termasuk di sektor teknologi dan semikonduktor.

Dengan permintaan cip global yang masih kuat, terutama untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI), pusat data, dan kendaraan listrik, prospek ekspor elektronik Malaysia diperkirakan tetap cerah dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Tiga Pekerja Tewas dalam Insiden Lifeboat di Kapal Terapung Petronas




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×