kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Elon Musk Geser Jeff Bezos Jadi Orang Terkaya Ke-2 di Dunia Pasca Kunjungan ke China


Kamis, 02 Mei 2024 / 08:24 WIB
Elon Musk Geser Jeff Bezos Jadi Orang Terkaya Ke-2 di Dunia Pasca Kunjungan ke China


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Konglomerat teknologi Elon Musk sekali lagi menggeser pendiri Amazon Jeff Bezos dan menjadi orang terkaya kedua di dunia pada Selasa (30/4/2024) setelah lonjakan saham perusahaannya.

Kekayaan Musk sekarang mencapai US$ 205,6 miliar setelah kenaikan saham senilai US$ 14,5 miliar. Kekayaan Jeff Bezos meningkat juga menjadi US$ 198,9 miliar setelah kenaikan US$ 1,3 miliar.

Melansir Internatonal The News, Pada bulan Maret, Bezos menjual hingga 50 juta saham Amazon senilai US$ 8,4 miliar, yang membuatnya melampaui Musk dan menjadikannya orang terkaya kedua di dunia. Namun, kini ia kembali menempati posisi ketiga.

Baca Juga: Geser Bernard Arnault, Kini Jeff Bezos Kembali Jadi Orang Terkaya Dunia

Kedua pengusaha tersebut masih berada di belakang Bernard Arnault, pimpinan konglomerat barang mewah LVMH. Menurut Forbes, Arnault dan keluarganya sekarang memiliki kekayaan US$ 210,1 miliar setelah penurunan sebesar US$ 3,4 miliar.

Pendiri Space X hanya kekurangan US$ 5 miliar untuk menjadi orang terkaya di dunia.

Sebagian besar kekayaan Musk berasal dari sahamnya di Tesla. Dia memiliki 20,5% saham Tesla, selain enam perusahaan lain seperti Space X, X, Neuralink, dan xAI.

Saham Tesla melonjak setelah perjalanan Musk yang sukses ke China, di mana ia bertemu dengan Perdana Menteri Li Qiang.

Baca Juga: Para Super Kaya AS Ini Jual Saham Mereka Saat Harga Sudah di Puncak

Kunjungan mendadak pendiri Space X yang berusia 52 tahun itu ternyata berhasil karena hambatan peraturan utama yang menghambat perangkat lunak self-driving mereka telah teratasi.

Sesuai laporan, Tesla juga telah menandatangani kontrak dengan perusahaan internet Tiongkok Baidu untuk menggunakan lisensi pemetaannya untuk pengumpulan data di jalan-jalan Tiongkok.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×