Elon Musk Memutuskan Tak Akan Bergabung dengan Dewan Twitter

Senin, 11 April 2022 | 11:59 WIB Sumber: Channel News Asia
Elon Musk Memutuskan Tak Akan Bergabung dengan Dewan Twitter

ILUSTRASI. CEO Tesla Elon Musk


KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. CEO Twitter Parag Agrawal pada hari Minggu (10/4) memastikan bahwa Elon Musk tidak lagi bergabung dalam dewan Twitter. Agrawal menyebut keputusan ini dipilih sendiri oleh Musk.

Bos Tesla ditunjuk untuk bergabung dengan dewan Twitter setelah membeli saham utama di perusahaan tersebut, sekaligus menjadikannya pemegang saham terbesar.

Dilansir dari Channel News Asia, penunjukan Musk sebagai bagian dari dewan Twitter diumumkan pada 9 April lalu. Namun, tak berapa lama Musk mengundurkan diri dari dewan eksklusif perusahaan itu.

Baca Juga: Menerka Nasib Twitter Setelah Kedatangan Elon Musk

"Elon telah memutuskan untuk tidak bergabung dengan dewan kami. Penunjukan Elon ke dewan menjadi resmi pada 9 April. Tetapi, Elon mengatakan di hari yang sama bahwa ia tidak akan lagi bergabung dengan dewan. Saya percaya ini adalah yang terbaik," kata Agrawal.

Elon Musk, yang kini berstatus sebagai orang terkaya di dunia, pekan lalu mengumumkan pembelian 9,2% saham Twitter, atau senilai 73,5 juta saham.

CEO Twitter pun memastikan bahwa Musk menjadi pemegang saham terbesar layanan media sosial tersebut. Perusahaan pun menjamin akan tetap terbuka untuk segala masukan dari Musk.

Baca Juga: Geser Posisi Jeff Bezos, Elon Musk di Posisi Pertama Miliarder Dunia

Musk sendiri merupakan pengguna aktif Twitter dengan lebih dari 80 juta pengikut. Beragam cuitannya di layanan tersebut selalu menarik perhatian jutaan orang pengguna Twitter. 

Di Twitter, Musk seringkali menyampaikan penyataan yang cukup berpengaruh pada dunia bisnis. Ia juga cukup rajin menulis opini kontroversial tentang masalah atau tokoh publik lainnya dengan komentar yang aneh atau berfokus pada bisnis.

Musk bahkan sempat mengkritik kebijakan Twitter dan membuka jajak pendapat terkait apakah layanan tersebut mematuhi prinsip kebebasan berbicara.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru