Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Warner Bros. Discovery membuka kembali peluang negosiasi dengan Paramount Skydance setelah penawar tersebut menaikkan tawarannya menjadi US$31 per saham.
Melansir Reuters Rabu (25/2/2026), langkah ini membuat posisi Netflix sebagai calon pembeli pilihan berada dalam ketidakpastian.
Perang penawaran untuk studio di balik waralaba “Batman” dan “Harry Potter” kini memanas.
Baca Juga: AS: Belum Ada Chip Nvidia H200 yang Dikirim ke China
Paramount meningkatkan biaya pembatalan (termination fee) menjadi US$7 miliar, naik dari US$5,8 miliar jika kesepakatan gagal memperoleh persetujuan regulator.
Paramount juga menawarkan tambahan 25 sen per saham per kuartal kepada pemegang saham Warner jika transaksi belum rampung setelah 30 September, serta komitmen ekuitas tambahan jika pembiayaan dari bank menghadapi kendala.
Dewan direksi Warner menyatakan belum menentukan apakah proposal revisi Paramount lebih unggul dibandingkan merger dengan Netflix, namun akan melanjutkan pembahasan.
Jika muncul penawaran yang dinilai lebih baik, Netflix memiliki waktu empat hari kerja untuk merevisi tawarannya.
Baca Juga: Sedikitnya 30 Tewas Akibat Hujan Lebat di Brasil Tenggara, 39 Orang Hilang
Struktur Penawaran Berbeda
Paramount menawarkan US$31 per saham tunai untuk seluruh perusahaan. Sementara itu, Netflix mengajukan US$27,75 per saham tunai senilai total US$82,7 miliar termasuk utang bersih untuk studio film dan televisi, katalog konten, serta layanan streaming HBO Max.
Warner juga berencana memisahkan divisi televisinya menjadi perusahaan publik terpisah bernama Discovery Global.
Nilai akhir bagi pemegang saham dalam skema Netflix akan bergantung pada valuasi dan tingkat utang Discovery Global setelah mulai diperdagangkan. Dewan memperkirakan saham entitas tersebut bisa bernilai antara US$1,33 hingga US$6,86 per saham.
Analis Morningstar Matthew Dolgin memperingatkan potensi gugatan pemegang saham jika Netflix menjadi pemenang, mengingat kedua penawaran tidak sepenuhnya sebanding karena mencakup aset yang berbeda.
Baca Juga: Presiden Meksiko Pastikan Tak Ada Risiko bagi Fans Piala Dunia 2026
Taruhan Besar Hollywood
Kesepakatan mana pun akan mengubah peta kekuatan Hollywood karena pemenang akan menguasai salah satu studio paling bernilai di industri, lengkap dengan perpustakaan konten luas dan waralaba besar seperti “Game of Thrones” dan DC Comics.
Paramount sebelumnya menyatakan memiliki jalur persetujuan regulator AS yang lebih jelas dibanding Netflix, serta mengisyaratkan kemungkinan menantang susunan dewan dalam rapat umum tahunan jika tawarannya ditolak.
Investor aktivis seperti Ancora Holdings juga disebut meningkatkan tekanan agar dewan lebih terbuka terhadap Paramount.
Baca Juga: Meksiko Berdarah Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Ada Rencana Pindah Venue?
Warner Bros dijadwalkan merilis laporan kuartalan pekan ini, yang dapat memberi gambaran lebih jelas mengenai nilai aset televisi kabelnya. Sementara itu, Paramount akan melaporkan kinerjanya pada Rabu.
Pemegang saham Warner dijadwalkan memberikan suara atas kesepakatan dengan Netflix pada 20 Maret, menjadikan beberapa pekan ke depan krusial dalam menentukan arah salah satu pertarungan akuisisi terbesar di industri hiburan.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)