kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.909   -48,00   -0,28%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

Paramount Perpanjang Batas Waktu Pengambilalihan Warner Bros Hingga 20 Februari


Kamis, 22 Januari 2026 / 20:41 WIB
Paramount Perpanjang Batas Waktu Pengambilalihan Warner Bros Hingga 20 Februari
ILUSTRASI. Paramount perpanjang tawaran pengambilalihan Warner Bros (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Paramount Skydance memperpanjang tenggat waktu penawaran pengambilalihan paksa (hostile tender offer) untuk Warner Bros Discovery hingga 20 Februari. Pengumuman ini disampaikan Kamis (22/1/2026).

Perpanjangan ini diharap memberi Paramount lebih banyak waktu untuk meyakinkan investor bahwa tawaran mereka untuk Warner Bros lebih unggul daripada kesepakatan yang ditawarkan oleh Netflix.

Batas waktu penawaran Paramount awalnya adalah 21 Januari. Paramount juga telah melancarkan serangan persuasif dan menggugat Warner Bros untuk membawa pemilik HBO tersebut ke meja negosiasi.

Baca Juga: Netflix Ajukan Tawaran Tunai Penuh US$82,7 Miliar untuk Akuisisi Warner Bros

Namun Warner Bros menyatakan, Paramount perlu menaikkan tawarannya jadi sebesar US$ 108,4 miliar, atau $30 per saham, agar seluruh perusahaan dapat memulai kembali pembicaraan kesepakatan.

Dewan direksi Warner Bros awal bulan ini menolak tawaran Paramount yang telah diubah, yang mencakup ekuitas senilai US$ 40 miliar. Ekuitas ini dijamin secara pribadi oleh Larry Ellison, pendiri Oracle dan juga ayah CEO Paramount David Ellison.

Persaingan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada pemungutan suara pemegang saham yang diperkirakan akan diadakan pada April. Sebab, investor Warner mempertimbangkan nilai aset TV kabel, yang menurut Paramount tidak berharga.

Baca Juga: Trump Borong Obligasi US$100 Juta, Termasuk Netflix dan Warner Bros

Warner Bros mengatakan, penasihatnya menggunakan tiga pendekatan terpisah untuk menilai Discovery Global. Ini adalah perusahaan hasil spin off, yang antara lain menaungi aset TV kabel.

Harga saham terendah yang diperoleh adalah US$ 1,33 per saham, bila menerapkan nilai tunggal di seluruh perusahaan.

Batas atas kisaran tersebut adalah US$ 6,86 per saham. Ini jika perusahaan hasil spin off tersebut diperhitungkan dalam kesepakatan di masa mendatang.

Paramount telah berulang kali menyatakan tawarannya lebih unggul daripada kesepakatan Netflix dan memiliki jalur yang lebih jelas menuju persetujuan regulasi.

Baca Juga: Uni Eropa Tinjau Ulang Hubungan dengan AS Meski Trump Melunak soal Greenland

Keluarga Ellison berpendapat, hubungan mereka dengan Presiden Donald Trump memberi mereka jalur regulasi yang lebih mudah untuk mendapatkan persetujuan.

Warner Bros memang memiliki sejumlah portofolio menarik. Di antaranya DC Comics, serial Friends, serta layanan streaming HBO Max. Bila terwujud, akuisisi Warner akan mengubah dinamika kekuatan Hollywood.

Netflix pada Selasa (20/1/2026) merevisi tawaran US$ 82,7 miliar menjadi tunai sepenuhnya. Harapannya, tawaran ini mempercepat closing kesepakatan dan memberikan kepastian keuangan yang lebih besar kepada investor yang khawatir tentang kesepakatan saham dan tunai sebelumnya.

Baca Juga: Tak Direspons, Paramount Menyerang: Drama Tawaran Besar Warner Bros Memanas

Dengan skema tersebut, Netflix akan membayar US$ 27,75 per saham secara tunai untuk aset streaming dan studio perusahaan yang dipimpin David Zaslav. Tawaran ini disetujui secara bulat oleh dewan direksi Warner Bros.

Co-CEO Netflix Ted Sarandos mengatakan, dalam paparan public pada Selasa (20/1/2026) lalu, pihaknya telah membuat kemajuan dalam mengamankan persetujuan regulasi yang diperlukan.

Netflix mengharapkan, penambahan HBO Max akan memungkinkan mereka menawarkan opsi berlangganan yang lebih personal dan fleksibel untuk lebih memenuhi kebutuhan audiens global yang beragam. Mereka juga melihat bisnis bioskop sebagai aliran pendapatan baru.

Baca Juga: NATO Ketar-ketir, Waspadai Peningkatan Kerja Sama Militer China dan Rusia

Namun, beberapa analis berpendapat kesepakatan tersebut akan menciptakan ketidakpastian jangka pendek seputar biaya integrasi, belanja konten, dan beban utang besar dari perusahaan gabungan tersebut.

Selanjutnya: Kemlu Ungkap Alasan Indonesia Bergabung Dewan Perdamaian Besutan Trump

Menarik Dibaca: 5 Makanan Ultra Olahan yang Masih Aman Dikonsumsi untuk Kesehatan Tubuh


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×