kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.840   20,00   0,12%
  • IDX 8.281   -115,25   -1,37%
  • KOMPAS100 1.164   -19,17   -1,62%
  • LQ45 838   -10,13   -1,20%
  • ISSI 294   -5,33   -1,78%
  • IDX30 442   -3,23   -0,73%
  • IDXHIDIV20 529   -1,28   -0,24%
  • IDX80 130   -2,01   -1,52%
  • IDXV30 143   -1,99   -1,38%
  • IDXQ30 142   -0,37   -0,26%

Supertanker Minyak Raksasa Kembali Berlayar dari Venezuela, Ini Negara Tujuannya


Rabu, 25 Februari 2026 / 04:54 WIB
Supertanker Minyak Raksasa Kembali Berlayar dari Venezuela, Ini Negara Tujuannya
ILUSTRASI. Supertanker raksasa VLCC kembali berlayar dari Venezuela setelah bertahun-tahun terkena sanksi internasional. (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Perusahaan perdagangan minyak global dan pembeli minyak Venezuela mulai menyewa kapal tanker raksasa jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) untuk mengangkut minyak dari negara Amerika Selatan tersebut. Ini menjadi pengiriman VLCC pertama sejak kesepakatan pasokan antara Caracas dan Washington dimulai kembali.

Langkah ini diperkirakan akan meningkatkan volume pengiriman ke India mulai bulan depan, sekaligus memangkas biaya transportasi dan mempercepat pengurasan stok jutaan barel minyak yang masih tersimpan di Venezuela.

Melansir Reuters, VLCC mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak dalam satu kali pelayaran, jauh lebih besar dibanding kapal ukuran menengah yang sebelumnya dominan digunakan.

Tiga VLCC Menuju India

Sedikitnya tiga VLCC yang disewa oleh Vitol dan Trafigura, yakni Nissos Kea, Nissos Kythnos, dan Arzanah, telah dijadwalkan memuat minyak pada Maret di terminal utama Jose, yang dioperasikan oleh perusahaan energi milik negara, PDVSA. Terminal ini menangani sekitar 70% total ekspor minyak mentah Venezuela.

Ketiga kapal tersebut dilaporkan menuju India. Sementara itu, supertanker lain bernama Olympic Lion juga terpantau mengarah ke Venezuela dengan perkiraan tiba akhir Maret.

Sebelumnya, sejak Januari, sebagian besar ekspor minyak Venezuela dikirim menggunakan kapal ukuran menengah seperti Panamax dan Aframax ke kilang-kilang AS. Sebagian lainnya menggunakan kapal Suezmax menuju terminal di Karibia untuk disimpan sebelum dikirim kembali ke AS dan Eropa.

Baca Juga: AS Kenakan Tarif Tinggi ke Panel Surya 3 Negara, Indonesia Bisa Tembus 104%

Muatan Lebih Besar, Biaya Lebih Rendah?

Penggunaan VLCC diyakini dapat menekan ongkos logistik bagi para trader. Sebelumnya, harga minyak berat Venezuela jenis Merey disepakati sekitar US$ 15 per barel di bawah Brent. Namun, dalam kondisi pasar backwardation, di mana harga pengiriman jangka dekat lebih mahal dibanding jangka panjang, margin perdagangan menjadi lebih tertekan.

Raksasa energi AS, Chevron, juga dilaporkan menjual kargo minyak Venezuela pertamanya sejak Desember 2023 ke Reliance Industries. Pengiriman minyak Boscan tersebut menjadi penjualan pertama dalam hampir enam tahun terakhir.

Reliance juga membeli kargo 2 juta barel dari Vitol untuk pengiriman Maret dan disebut sedang menjajaki pembelian langsung dari PDVSA.

Selain Reliance, sejumlah kilang India seperti Indian Oil Corporation, Bharat Petroleum Corporation, serta HPCL Mittal Energy turut membeli minyak berat Venezuela. India sendiri tengah berupaya mengurangi ketergantungan pada minyak Rusia.

Baca Juga: Chip Nvidia H200: AS Setuju Jual ke China, Tapi Belum Terkirim! Ini Alasannya




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×