kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Chip Nvidia H200: AS Setuju Jual ke China, Tapi Belum Terkirim! Ini Alasannya


Rabu, 25 Februari 2026 / 03:59 WIB
Chip Nvidia H200: AS Setuju Jual ke China, Tapi Belum Terkirim! Ini Alasannya
ILUSTRASI. Pejabat AS akui chip Nvidia H200 belum sampai China, meski penjualan diizinkan. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Belum ada satu pun chip kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru milik Nvidia, yakni H200, yang terjual ke pelanggan di China. Hal itu diungkapkan pejabat Departemen Perdagangan Amerika Serikat dalam sidang dengar pendapat di Kongres pada Selasa.

Mengutip Reuters, Asisten Menteri Perdagangan untuk Penegakan Ekspor, David Peters, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada pengiriman chip H200 ke China.

“Saya memahami bahwa sejauh ini belum ada,” ujar Peters ketika ditanya mengenai distribusi semikonduktor canggih tersebut.

Pihak Kedutaan Besar China di Washington maupun Nvidia belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump secara resmi memberikan lampu hijau untuk penjualan chip H200 ke China dengan sejumlah persyaratan khusus. Kebijakan ini memicu kritik dari sejumlah anggota parlemen AS, baik dari Partai Demokrat maupun Republik.

Baca Juga: Tarif Trump Mengancam, Sektor Ini Siap Hadapi Pungutan Baru AS!

Pemerintah AS yang turut melibatkan penasihat AI Gedung Putih, David Sacks, berargumen bahwa mengizinkan pengiriman chip AI canggih ke China justru dapat menghambat pesaing asal Negeri Tirai Bambu untuk mengejar ketertinggalan teknologi.

Salah satu perusahaan yang disorot adalah Huawei, yang saat ini menghadapi sanksi berat dari pemerintah AS. Washington menilai, jika akses terhadap chip canggih tetap dibuka secara terbatas, perusahaan China tidak akan semakin agresif mengembangkan desain chip tandingan yang bisa menyaingi produk Nvidia maupun AMD.

Namun, kelompok garis keras terhadap China di AS khawatir chip tersebut berpotensi dialihkan dari penggunaan komersial ke sektor militer. Kekhawatiran ini muncul di tengah persaingan sengit kedua negara dalam dominasi teknologi AI global.

Tonton: Resmi! Tukar Uang Baru BI 2026 Wilayah Jawa Dibuka, Cek Cara Daftarnya di PINTAR BI

Untuk saat ini, pengiriman chip H200 ke China masih tertahan karena adanya berbagai mekanisme pengamanan dan pembatasan dalam proses ekspor.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×