kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.840   20,00   0,12%
  • IDX 8.281   -115,25   -1,37%
  • KOMPAS100 1.164   -19,17   -1,62%
  • LQ45 838   -10,13   -1,20%
  • ISSI 294   -5,33   -1,78%
  • IDX30 442   -3,23   -0,73%
  • IDXHIDIV20 529   -1,28   -0,24%
  • IDX80 130   -2,01   -1,52%
  • IDXV30 143   -1,99   -1,38%
  • IDXQ30 142   -0,37   -0,26%

Chip Nvidia H200: AS Setuju Jual ke China, Tapi Belum Terkirim! Ini Alasannya


Rabu, 25 Februari 2026 / 03:59 WIB
Chip Nvidia H200: AS Setuju Jual ke China, Tapi Belum Terkirim! Ini Alasannya
ILUSTRASI. Pejabat AS akui chip Nvidia H200 belum sampai China, meski penjualan diizinkan. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Belum ada satu pun chip kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru milik Nvidia, yakni H200, yang terjual ke pelanggan di China. Hal itu diungkapkan pejabat Departemen Perdagangan Amerika Serikat dalam sidang dengar pendapat di Kongres pada Selasa.

Mengutip Reuters, Asisten Menteri Perdagangan untuk Penegakan Ekspor, David Peters, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada pengiriman chip H200 ke China.

“Saya memahami bahwa sejauh ini belum ada,” ujar Peters ketika ditanya mengenai distribusi semikonduktor canggih tersebut.

Pihak Kedutaan Besar China di Washington maupun Nvidia belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump secara resmi memberikan lampu hijau untuk penjualan chip H200 ke China dengan sejumlah persyaratan khusus. Kebijakan ini memicu kritik dari sejumlah anggota parlemen AS, baik dari Partai Demokrat maupun Republik.

Baca Juga: Tarif Trump Mengancam, Sektor Ini Siap Hadapi Pungutan Baru AS!

Pemerintah AS yang turut melibatkan penasihat AI Gedung Putih, David Sacks, berargumen bahwa mengizinkan pengiriman chip AI canggih ke China justru dapat menghambat pesaing asal Negeri Tirai Bambu untuk mengejar ketertinggalan teknologi.

Salah satu perusahaan yang disorot adalah Huawei, yang saat ini menghadapi sanksi berat dari pemerintah AS. Washington menilai, jika akses terhadap chip canggih tetap dibuka secara terbatas, perusahaan China tidak akan semakin agresif mengembangkan desain chip tandingan yang bisa menyaingi produk Nvidia maupun AMD.

Namun, kelompok garis keras terhadap China di AS khawatir chip tersebut berpotensi dialihkan dari penggunaan komersial ke sektor militer. Kekhawatiran ini muncul di tengah persaingan sengit kedua negara dalam dominasi teknologi AI global.

Tonton: Resmi! Tukar Uang Baru BI 2026 Wilayah Jawa Dibuka, Cek Cara Daftarnya di PINTAR BI

Untuk saat ini, pengiriman chip H200 ke China masih tertahan karena adanya berbagai mekanisme pengamanan dan pembatasan dalam proses ekspor.

Selanjutnya: Cahaya Zodiak: Ini yang Harus Diketahui & Waktu Terbaik Melihat 'Fajar Semu'

Menarik Dibaca: Puasa Rentan Emosi, Daftar Makanan Ini Bisa Menyelamatkan Mood Anda




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×