Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Presiden Donald Trump berencana untuk bertemu dengan para eksekutif dari perusahaan minyak AS akhir pekan ini untuk membahas peningkatan produksi minyak Venezuela setelah pasukan AS menggulingkan pemimpinnya Nicolas Maduro.
Mengutip Reuters, Selasa (6/1/202), seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut mengungkapkan, pertemuan-pertemuan tersebut sangat penting bagi harapan pemerintah untuk mengembalikan perusahaan-perusahaan minyak AS terkemuka ke negara Amerika Selatan itu setelah pemerintahnya, hampir dua dekade lalu, mengambil alih operasi energi yang dipimpin AS di sana.
Tiga perusahaan minyak AS terbesar - Exxon Mobil, ConocoPhillips, dan Chevron - belum melakukan pembicaraan apa pun dengan pemerintah tentang penggulingan Maduro, menurut empat eksekutif industri minyak yang mengetahui masalah tersebut, yang bertentangan dengan pernyataan Trump pada akhir pekan bahwa ia telah mengadakan pertemuan dengan semua perusahaan minyak AS, baik sebelum maupun setelah Maduro digulingkan.
Baca Juga: UPDATE Senin (5/1): Harga Minyak Naik 1% di Tengah Gejolak Politik Venezuela
"Tidak seorang pun di ketiga perusahaan itu telah melakukan pembicaraan dengan Gedung Putih tentang beroperasi di Venezuela, sebelum atau sesudah penggulingan hingga saat ini," kata salah satu sumber pada Senin (5/1/2026).
Pertemuan-pertemuan mendatang akan sangat penting bagi harapan pemerintah untuk meningkatkan produksi dan ekspor minyak mentah dari Venezuela, negara bekas OPEC yang memiliki cadangan terbesar di dunia dan minyaknya dapat dimurnikan oleh kilang-kilang khusus AS. Mencapai tujuan itu akan membutuhkan kerja keras selama bertahun-tahun dan investasi miliaran dolar, kata para analis.
Belum jelas eksekutif mana yang akan menghadiri pertemuan-pertemuan mendatang, dan apakah perusahaan-perusahaan minyak akan hadir secara individual atau kolektif.
Gedung Putih tidak berkomentar tentang pertemuan tersebut tetapi mengatakan bahwa mereka percaya industri minyak AS siap untuk membanjiri Venezuela.
Baca Juga: Saham Perusahaan Minyak AS Meroket Pasca Trump Bidik Cadangan Venezuela
"Semua perusahaan minyak kami siap dan bersedia untuk melakukan investasi besar di Venezuela yang akan membangun kembali infrastruktur minyak mereka, yang dihancurkan oleh rezim Maduro yang tidak sah," kata juru bicara Gedung Putih, Taylor Rogers.
Exxon, Chevron, dan ConocoPhillips tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Seorang eksekutif industri minyak mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan-perusahaan tersebut akan enggan membicarakan potensi operasi di Venezuela dalam pertemuan kelompok dengan Gedung Putih, dengan alasan kekhawatiran antimonopoli yang membatasi diskusi kolektif di antara para pesaing tentang rencana investasi, waktu, dan tingkat produksi.
Rencana Besar, Masalah Besar
Pasukan AS pada hari Sabtu melakukan serangan kilat di ibu kota Venezuela, menangkap Maduro di tengah malam dan mengirimnya kembali ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan terorisme narkoba.
Trump mengatakan beberapa jam setelah penangkapan Maduro bahwa ia mengharapkan perusahaan-perusahaan minyak AS terbesar untuk menghabiskan miliaran dolar untuk meningkatkan produksi minyak Venezuela, setelah produksi turun menjadi sekitar sepertiga dari puncaknya selama dua dekade terakhir karena kurangnya investasi dan sanksi.
Namun, rencana tersebut akan terhambat oleh kurangnya infrastruktur, serta ketidakpastian yang mendalam tentang masa depan politik negara tersebut, kerangka hukum, dan kebijakan jangka panjang AS, menurut analis industri.
Chevron adalah satu-satunya perusahaan minyak besar Amerika yang saat ini beroperasi di ladang minyak Venezuela.
Sementara itu, Exxon dan ConocoPhillips memiliki sejarah panjang di negara tersebut sebelum proyek-proyek mereka dinasionalisasi hampir dua dekade lalu oleh mantan Presiden Hugo Chavez.
"Saya rasa Anda tidak akan melihat perusahaan lain selain Chevron, yang sudah ada di sana, berkomitmen untuk mengembangkan sumber daya ini," kata seorang eksekutif industri minyak, yang meminta namanya dirahasiakan saat membahas masalah ini.
Conoco telah menuntut ganti rugi miliaran dolar atas pengambilalihan tiga proyek minyak di Venezuela di bawah pemerintahan Chavez. Exxon terlibat dalam kasus arbitrase yang panjang melawan Venezuela setelah meninggalkan negara itu pada tahun 2007.
Sementara itu, Chevron, yang mengekspor sekitar 150.000 barel minyak mentah per hari dari Venezuela ke Pantai Teluk AS, harus berhati-hati dalam bermanuver dengan pemerintahan Trump dalam upaya untuk mempertahankan kehadirannya di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Investor optimis, bertaruh bahwa langkah Washington terhadap kepemimpinan Venezuela akan memungkinkan perusahaan-perusahaan AS mengakses cadangan minyak terbesar di dunia.
Embargo AS terhadap minyak Venezuela tetap berlaku penuh, kata Presiden AS Donald Trump. Indeks energi S&P 500 .SPNY naik ke level tertinggi sejak Maret 2025, dengan saham-saham unggulan Exxon Mobil naik 2,2% dan Chevron melonjak 5,1%.













