Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
India sebelumnya merupakan pembeli terbesar ketiga minyak Venezuela sebelum sanksi AS diberlakukan pada 2019. Setelah pelonggaran blokade minyak oleh Washington, ekspor Venezuela melonjak menjadi sekitar 800.000 barel per hari pada Januari, dari sekitar 500.000 barel per hari pada Desember.
Namun lonjakan cepat tersebut menyebabkan jutaan barel minyak yang semula ditujukan untuk pembeli AS dan Eropa masih menumpuk dalam penyimpanan.
Departemen Keuangan AS sebelumnya memberikan lisensi individu kepada perusahaan seperti Trafigura, Vitol, dan Chevron untuk mengekspor minyak Venezuela. Pada akhir Januari, otorisasi diperluas melalui lisensi umum yang memungkinkan ekspor secara lebih luas.
Langkah ini diperkirakan akan memperluas jumlah pembeli dan tujuan ekspor ke depan.
Tonton: Iran Borong 2.500 Rudal Rusia! Nilainya Hampir Rp10 Triliun
Kilang AS Bersiap Tingkatkan Impor
Di sisi lain, Chevron bersama kilang AS seperti Valero Energy, Phillips 66, dan Citgo Petroleum dilaporkan tengah bersiap meningkatkan pengolahan minyak Venezuela di fasilitas mereka.
Penggunaan kapal tanker raksasa juga diperkirakan akan mengurangi tekanan pencarian kapal ukuran menengah di kawasan Karibia, yang selama ini menjadi tantangan bagi banyak perusahaan.
Dengan ekspor yang kembali menggeliat dan pembeli dari India bertambah, Venezuela tampak mulai kembali ke peta perdagangan minyak global setelah bertahun-tahun tertekan sanksi.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)