kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.844   4,00   0,02%
  • IDX 8.344   62,87   0,76%
  • KOMPAS100 1.173   9,82   0,84%
  • LQ45 847   9,30   1,11%
  • ISSI 297   2,72   0,92%
  • IDX30 446   4,56   1,03%
  • IDXHIDIV20 535   5,83   1,10%
  • IDX80 131   1,12   0,86%
  • IDXV30 145   1,85   1,30%
  • IDXQ30 144   1,56   1,10%

Supertanker Minyak Raksasa Kembali Berlayar dari Venezuela, Ini Negara Tujuannya


Rabu, 25 Februari 2026 / 04:54 WIB
Supertanker Minyak Raksasa Kembali Berlayar dari Venezuela, Ini Negara Tujuannya
ILUSTRASI. Supertanker raksasa VLCC kembali berlayar dari Venezuela setelah bertahun-tahun terkena sanksi internasional. (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Perusahaan perdagangan minyak global dan pembeli minyak Venezuela mulai menyewa kapal tanker raksasa jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) untuk mengangkut minyak dari negara Amerika Selatan tersebut. Ini menjadi pengiriman VLCC pertama sejak kesepakatan pasokan antara Caracas dan Washington dimulai kembali.

Langkah ini diperkirakan akan meningkatkan volume pengiriman ke India mulai bulan depan, sekaligus memangkas biaya transportasi dan mempercepat pengurasan stok jutaan barel minyak yang masih tersimpan di Venezuela.

Melansir Reuters, VLCC mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak dalam satu kali pelayaran, jauh lebih besar dibanding kapal ukuran menengah yang sebelumnya dominan digunakan.

Tiga VLCC Menuju India

Sedikitnya tiga VLCC yang disewa oleh Vitol dan Trafigura, yakni Nissos Kea, Nissos Kythnos, dan Arzanah, telah dijadwalkan memuat minyak pada Maret di terminal utama Jose, yang dioperasikan oleh perusahaan energi milik negara, PDVSA. Terminal ini menangani sekitar 70% total ekspor minyak mentah Venezuela.

Ketiga kapal tersebut dilaporkan menuju India. Sementara itu, supertanker lain bernama Olympic Lion juga terpantau mengarah ke Venezuela dengan perkiraan tiba akhir Maret.

Sebelumnya, sejak Januari, sebagian besar ekspor minyak Venezuela dikirim menggunakan kapal ukuran menengah seperti Panamax dan Aframax ke kilang-kilang AS. Sebagian lainnya menggunakan kapal Suezmax menuju terminal di Karibia untuk disimpan sebelum dikirim kembali ke AS dan Eropa.

Baca Juga: AS Kenakan Tarif Tinggi ke Panel Surya 3 Negara, Indonesia Bisa Tembus 104%

Muatan Lebih Besar, Biaya Lebih Rendah?

Penggunaan VLCC diyakini dapat menekan ongkos logistik bagi para trader. Sebelumnya, harga minyak berat Venezuela jenis Merey disepakati sekitar US$ 15 per barel di bawah Brent. Namun, dalam kondisi pasar backwardation, di mana harga pengiriman jangka dekat lebih mahal dibanding jangka panjang, margin perdagangan menjadi lebih tertekan.

Raksasa energi AS, Chevron, juga dilaporkan menjual kargo minyak Venezuela pertamanya sejak Desember 2023 ke Reliance Industries. Pengiriman minyak Boscan tersebut menjadi penjualan pertama dalam hampir enam tahun terakhir.

Reliance juga membeli kargo 2 juta barel dari Vitol untuk pengiriman Maret dan disebut sedang menjajaki pembelian langsung dari PDVSA.

Selain Reliance, sejumlah kilang India seperti Indian Oil Corporation, Bharat Petroleum Corporation, serta HPCL Mittal Energy turut membeli minyak berat Venezuela. India sendiri tengah berupaya mengurangi ketergantungan pada minyak Rusia.

Baca Juga: Chip Nvidia H200: AS Setuju Jual ke China, Tapi Belum Terkirim! Ini Alasannya

Ekspor Bangkit Setelah Sanksi Dilonggarkan

India sebelumnya merupakan pembeli terbesar ketiga minyak Venezuela sebelum sanksi AS diberlakukan pada 2019. Setelah pelonggaran blokade minyak oleh Washington, ekspor Venezuela melonjak menjadi sekitar 800.000 barel per hari pada Januari, dari sekitar 500.000 barel per hari pada Desember.

Namun lonjakan cepat tersebut menyebabkan jutaan barel minyak yang semula ditujukan untuk pembeli AS dan Eropa masih menumpuk dalam penyimpanan.

Departemen Keuangan AS sebelumnya memberikan lisensi individu kepada perusahaan seperti Trafigura, Vitol, dan Chevron untuk mengekspor minyak Venezuela. Pada akhir Januari, otorisasi diperluas melalui lisensi umum yang memungkinkan ekspor secara lebih luas.

Langkah ini diperkirakan akan memperluas jumlah pembeli dan tujuan ekspor ke depan.

Tonton: Iran Borong 2.500 Rudal Rusia! Nilainya Hampir Rp10 Triliun

Kilang AS Bersiap Tingkatkan Impor

Di sisi lain, Chevron bersama kilang AS seperti Valero Energy, Phillips 66, dan Citgo Petroleum dilaporkan tengah bersiap meningkatkan pengolahan minyak Venezuela di fasilitas mereka.

Penggunaan kapal tanker raksasa juga diperkirakan akan mengurangi tekanan pencarian kapal ukuran menengah di kawasan Karibia, yang selama ini menjadi tantangan bagi banyak perusahaan.

Dengan ekspor yang kembali menggeliat dan pembeli dari India bertambah, Venezuela tampak mulai kembali ke peta perdagangan minyak global setelah bertahun-tahun tertekan sanksi.

Selanjutnya: Wall Street Menguat, Saham Teknologi dan AI Jadi Penopang Utama

Menarik Dibaca: Puasa Rentan Emosi, Daftar Makanan Ini Bisa Menyelamatkan Mood Anda




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×