Sumber: Bloomberg | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan AS berpotensi mendorong pemulihan industri minyak Venezuela dengan memberi subsidi ke perusahaan minyak AS. Ini juga bagian dari upaya pemerintahan Trump meyakinkan perusahaan untuk berinvestasi di Venezuela.
Trump menyebut, sebagaimana diberitakan Bloomberg, menurut hitungan dia, ekspansi perusahaan AS di Venezuela dapat berjalan dan beroperasi dalam waktu kurang dari 18 bulan. Hal tersebut diungkap Trump dalam wawancara NBC News, Senin (5/1) waktu setempat.
Kendati begitu, Trump juga menyebut, ekspansi tersebut akan membutuhkan banyak uang. “Sejumlah besar uang harus dikeluarkan dan perusahaan minyak akan mengeluarkannya, dan kemudian mereka akan mendapatkan penggantian dari kami atau melalui pendapatan,” tegas Trump.
Baca Juga: AS Siap Longgarkan Sanksi, Chevron Kembali Operasikan Ladang Minyak di Venezuela
Jangka waktu tersebut sangat bertentangan dengan perhitungan para ahli industri energi. Sebagian besar perusahaan minyak masih bungkam tentang kesediaan untuk berinvestasi kembali di Venezuela.
Komentar tersebut semakin menekankan dugaan mengenai kepentingan AS di Venezuela. Ini membuktikan pemerintah menganggap cadangan minyak Venezuela yang sangat besar sangat penting bagi pemulihan negara dan kepentingan strategis AS.
Namun Trump belum memberi banyak detail bagaimana produksi akan dipulihkan atau siapa yang akan mengendalikan pendapatan untuk sementara waktu.
Baca Juga: Mantan Eksekutif Chevron Galang Pendanaan untuk Proyek Minyak Venezuela
Trump juga menyebut saat ini masih terlalu dini untuk mengungkapkan apakah dia telah melakukan percakapan dengan para eksekutif puncak di Exxon Mobil Corp., Chevron Corp., dan ConocoPhillips, atau percakapan lainnya. "Saya berbicara dengan semua orang," kata dia singkat.
Menurut NBC News, Trump tidak merinci berapa biaya yang menurutnya dibutuhkan untuk membangun kembali dan memperluas infrastruktur minyak Venezuela. Ia hanya mengatakan akan ada sejumlah besar uang yang akan dikeluarkan.
Presiden AS itu juga mengatakan bahwa ia memperkirakan peningkatan aliran energi dari Venezuela akan membantu menurunkan harga minyak. “Memiliki Venezuela sebagai produsen minyak itu baik untuk Amerika Serikat karena menjaga harga minyak tetap rendah," kata Trump.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Senin (22/12) Pagi: Brent ke US$ 60,91 & WTI ke US$ 56,92
Menteri Energi AS Chris Wright berencana berbicara dengan para eksekutif industri minyak minggu ini. Wright akan menghadiri Konferensi Energi, Teknologi Bersih & Utilitas Goldman Sachs di Miami pekan ini, yang dijadwalkan akan dihadiri oleh para eksekutif dari Chevron, ConocoPhillips, dan perusahaan lain.
Bertahun-tahun korupsi, kurangnya investasi, kebakaran, dan pencurian telah membuat fasilitas minyak mentah Venezuela hancur berantakan. Perusahaan-perusahaan minyak besar hanya sedikit berbicara tentang keinginan untuk melanjutkan operasi di sana.
Para ahli energi mengatakan, kemungkinan butuh waktu satu dekade lebih untuk menghidupkan kembali industri minyak Venezuela. Aksi ini dapat menelan biaya lebih dari US$ 100 miliar. Chevron adalah satu-satunya perusahaan minyak raksasa yang masih beroperasi di Venezuela.













