kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

Soal Minyak Venezuela, Trump Siapkan Pertemuan dengan Exxon, Chevron, ConocoPhillips


Selasa, 06 Januari 2026 / 08:33 WIB
Soal Minyak Venezuela, Trump Siapkan Pertemuan dengan Exxon, Chevron, ConocoPhillips
ILUSTRASI. Donald Trump (KONTAN/White House )


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menggelar pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak AS pada pekan ini untuk membahas peningkatan produksi minyak Venezuela, menyusul penggulingan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan AS.

Informasi tersebut disampaikan oleh sumber yang mengetahui langsung rencana tersebut.

Pertemuan ini dinilai krusial bagi ambisi pemerintah AS untuk membawa kembali perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika ke Venezuela, setelah hampir dua dekade lalu pemerintah negara Amerika Selatan itu mengambil alih operasi energi yang sebelumnya dipimpin perusahaan AS.

Baca Juga: Intel Resmi Luncurkan Chip PC Generasi Baru Panther Lake di CES Las Vegas

Namun, tiga perusahaan minyak terbesar AS Exxon Mobil, ConocoPhillips, dan Chevron hingga kini belum melakukan pembicaraan apa pun dengan pemerintah terkait penggulingan Maduro.

Hal ini disampaikan oleh empat eksekutif industri minyak yang mengetahui situasi tersebut, sekaligus bertentangan dengan pernyataan Trump pada akhir pekan lalu yang mengklaim telah bertemu dengan “semua” perusahaan minyak AS, baik sebelum maupun sesudah Maduro ditangkap.

“Tidak ada seorang pun di tiga perusahaan itu yang telah berbicara dengan Gedung Putih mengenai operasi di Venezuela, baik sebelum maupun setelah penggulingan, sampai saat ini,” ujar salah satu sumber kepada Reuters, Senin (5/1/2026).

Pertemuan mendatang tersebut dipandang penting untuk mendorong peningkatan produksi dan ekspor minyak Venezuela, negara yang pernah menjadi anggota OPEC dan memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

Baca Juga: Maduro Mengaku Tidak Bersalah Atas Tuduhan Narkoba AS

Minyak Venezuela juga dapat diolah di kilang-kilang khusus di Amerika Serikat (AS). Meski demikian, para analis menilai realisasi target itu membutuhkan waktu bertahun-tahun serta investasi bernilai miliaran dolar AS.

Belum jelas siapa saja eksekutif yang akan hadir dalam pertemuan tersebut, serta apakah perusahaan akan bertemu secara terpisah atau bersama-sama.

Gedung Putih enggan mengomentari detail pertemuan, namun menyatakan keyakinannya bahwa industri minyak AS siap masuk ke Venezuela.

“Semua perusahaan minyak kami siap dan bersedia melakukan investasi besar di Venezuela untuk membangun kembali infrastruktur energi yang dirusak oleh rezim Maduro yang tidak sah,” kata juru bicara Gedung Putih, Taylor Rogers.

Exxon, Chevron, dan ConocoPhillips belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Trump sebelumnya mengatakan kepada NBC News bahwa pemerintah AS mungkin akan memberikan subsidi kepada perusahaan minyak guna memungkinkan mereka membangun kembali infrastruktur energi Venezuela.

Baca Juga: Sidang Perdana Maduro di AS: Saya Tidak Bersalah, Saya Masih Presiden Venezuela

Ia juga menyatakan belum memberikan pengarahan khusus kepada perusahaan minyak sebelum operasi militer dilakukan, meski mengakui telah berdiskusi secara konseptual.

“Saya berbicara dengan semua orang,” ujar Trump, sembari mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan apakah ia telah berbicara langsung dengan pimpinan ketiga perusahaan tersebut.

CBS News melaporkan, mengutip sumber anonim, bahwa para eksekutif dari ketiga perusahaan minyak itu dijadwalkan bertemu dengan Menteri Energi AS Chris Wright pada Kamis.

Seorang eksekutif industri minyak mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan-perusahaan cenderung enggan membahas rencana operasi Venezuela dalam forum kelompok dengan Gedung Putih, karena kekhawatiran pelanggaran aturan antimonopoli yang membatasi diskusi kolektif antar pesaing terkait investasi, jadwal, dan tingkat produksi.

Baca Juga: Pukulan bagi Beijing: Maduro Jatuh, Kredibilitas China Dipertanyakan

Ambisi Besar, Tantangan Tak Kecil

Pasukan AS pada Sabtu lalu melancarkan operasi kilat di Caracas dan menangkap Maduro, yang kemudian dibawa ke AS untuk menghadapi dakwaan terkait narkoterorisme.

Trump menyatakan ia berharap perusahaan minyak besar AS akan menginvestasikan miliaran dolar AS untuk meningkatkan produksi minyak Venezuela, yang telah anjlok menjadi sekitar sepertiga dari puncaknya dalam dua dekade terakhir akibat minim investasi dan sanksi internasional.

Namun, para analis memperingatkan bahwa rencana tersebut akan terhambat oleh buruknya infrastruktur, ketidakpastian politik, kerangka hukum yang rapuh, serta arah kebijakan AS jangka panjang terhadap Venezuela.

Saat ini, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih beroperasi di ladang minyak Venezuela.

Baca Juga: Bukan Saham vs Obligasi, Ini Makna Asli Aturan 70/30 Buffett

Sementara itu, Exxon dan ConocoPhillips memiliki sejarah panjang di negara tersebut sebelum proyek mereka dinasionalisasi oleh mantan Presiden Hugo Chavez.

Conoco masih menuntut kompensasi miliaran dolar atas pengambilalihan asetnya, sementara Exxon pernah terlibat sengketa arbitrase panjang sebelum hengkang pada 2007.

Meski demikian, optimisme investor meningkat seiring harapan bahwa langkah Washington terhadap kepemimpinan Venezuela akan membuka akses perusahaan AS ke cadangan minyak negara tersebut.

Meski embargo minyak AS terhadap Venezuela masih berlaku, indeks energi S&P 500 naik ke level tertinggi sejak Maret 2025. Saham Exxon Mobil naik 2,2%, sementara Chevron melonjak 5,1%.

Selanjutnya: IHSG Diperkirakan Sentuh Level Tertinggi, Berikut Rekomendasi Saham dari Sinarmas

Menarik Dibaca: IHSG Diperkirakan Sentuh Level Tertinggi, Berikut Rekomendasi Saham dari Sinarmas




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×