kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Elon Musk menuduh Zelenskyy Menginginkan 'Perang Selamanya' dengan Rusia


Selasa, 04 Maret 2025 / 13:36 WIB
ILUSTRASI. Elon Musk kembali melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, menuduhnya menginginkan perang selamanya dengan Rusia.. REUTERS/Brian Snyder


Sumber: Politico | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Miliarder teknologi Elon Musk kembali melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Senin (4/3), menuduhnya menginginkan "perang selamanya" dengan Rusia.

Melalui platform media sosialnya, X, Musk menuduh Zelenskyy menginginkan perang tanpa akhir yang hanya menjadi "penggiling daging korupsi".

"Ini kejahatan," tulis Musk dalam unggahannya.

Dalam postingan terpisah, ia menuding Zelenskyy memiliki pilihan untuk "mencari perdamaian" dengan Moskow, tetapi malah memilih jalan pertumpahan darah.

"Ini kejam dan tidak manusiawi," tambahnya.

Dari Pendukung Ukraina Menjadi Pengkritik Keras

Di awal invasi Rusia ke Ukraina, Musk sempat dipuji sebagai salah satu pendukung utama Kyiv setelah menyumbangkan ribuan terminal internet satelit Starlink guna menggantikan infrastruktur komunikasi yang hancur akibat serangan Moskow.

Namun, seiring waktu, sikapnya berubah drastis. Musk mulai menyebarkan narasi yang menurut Kyiv bersifat pro-Rusia. Ia juga mengecam bantuan Amerika Serikat kepada Ukraina yang menurutnya diberikan "tanpa akuntabilitas dan tanpa strategi akhir yang jelas".

Baca Juga: Gelombang Protes Anti-Tesla Meluas, Elon Musk dan Kebijakan DOGE Terus Dikecam

Zelenskyy menjadi sasaran kritik terpedas Musk, dengan miliarder itu sering mengejek permintaan bantuan Ukraina dan menolak klaim bahwa Kyiv tidak boleh dipaksa ke meja perundingan.

Dinamika AS-Ukraina di Bawah Trump

Serangan terbaru Musk terhadap Zelenskyy terjadi hanya beberapa hari setelah pertemuan di Oval Office antara Presiden AS Donald Trump, Zelenskyy, dan Wakil Presiden JD Vance.

Pertemuan itu berakhir dengan Zelenskyy yang diduga dikeluarkan dari Gedung Putih, meningkatkan kekhawatiran bahwa dukungan AS untuk Ukraina dapat ditarik sepenuhnya.

Sebagai penasihat dekat Trump, Musk semakin vokal dalam kebijakan luar negeri AS dan politik Eropa. Dengan sikap pemerintahan Trump yang semakin skeptis terhadap bantuan luar negeri, masa depan dukungan AS untuk Ukraina kini berada dalam ketidakpastian.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×