kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.953   -57,00   -0,34%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Era bakar uang sudah berakhir, Uber akan ubah strategi bisnis


Senin, 10 Februari 2020 / 03:40 WIB
Era bakar uang sudah berakhir, Uber akan ubah strategi bisnis


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sejak melantai di bursa pada Mei 2019 lalu, Uber menderita kerugian US$ 1 miliar atau lebih dalam setiap kuartal. Ini termasuk kerugian terbesar, yakni US$ 5,2 miliar pada kuartal II 2019. 

Dari angka kerugian tersebut, sebesar US$ 3,9 miliar terkait dengan beban penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). 

Baca Juga: Keren, kini Indonesia punya 1 decacorn dan 4 unicorn

Adapun kerugian Uber pada kuartal IV 2019 merepresentasikan kenaikan 24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Namun demikian, Uber membukukan pendapatan 4 miliar dollar AS pada kuartal IV 2019, melonjak 34% dibandingkan kuartal IV 2018. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rugi Rp 116,2 Triliun, CEO Uber Sebut Era Bakar Duit Sudah Berakhir"




TERBARU

[X]
×