kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Era Powell Berakhir! Kevin Warsh Ambil Alih The Fed di Tengah Ancaman Inflasi


Kamis, 14 Mei 2026 / 02:19 WIB
Era Powell Berakhir! Kevin Warsh Ambil Alih The Fed di Tengah Ancaman Inflasi
ILUSTRASI. Senat Amerika Serikat pada Rabu (13/5/2026) memutuskan untuk mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve (The Fed).(REUTERS/Kevin Lamarque)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Senat Amerika Serikat pada Rabu (13/5/2026) memutuskan untuk mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve (The Fed), membuka jalan bagi pengacara, finansier, sekaligus mantan gubernur bank sentral tersebut untuk mengambil alih kepemimpinan The Fed.

Mengutip Reuters, Warsh, yang berusia 56 tahun, akan memulai masa jabatannya di tengah kondisi inflasi yang meningkat dan pasar yang tengah mencermati arah kebijakan bank sentral, sementara Presiden Donald Trump terus menuntut penurunan suku bunga.

Lonjakan harga minyak sejak dimulainya perang Iran telah mengubah ekspektasi investor ke arah kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun.

Saat ini, kisaran target suku bunga pinjaman jangka pendek The Fed berada di level 3,50% hingga 3,75%.

Pada Selasa, Senat telah mengonfirmasi Warsh untuk masa jabatan 14 tahun sebagai gubernur Federal Reserve dan membuka jalan untuk pemungutan suara yang menyetujui Warsh menjabat empat tahun sebagai ketua The Fed secara bersamaan.

Pengambilan sumpah Warsh untuk kedua jabatan itu masih menunggu tanda tangan akhir dari Gedung Putih pada dokumen yang telah dikirim oleh Senat.

Masa jabatan Jerome Powell sebagai ketua The Fed akan berakhir pada Jumat.

Warsh mengatakan ia berencana melakukan “perubahan rezim” di The Fed, termasuk memperketat koordinasi dengan Departemen Keuangan AS serta pemerintahan Trump dalam kebijakan non-moneter, dan membawa The Fed menuju neraca (balance sheet) yang lebih kecil.

Baca Juga: Usai Kapalnya Diserang Dekat Hormuz, Korsel Buka Opsi Dukungan Militer Bertahap ke AS

Menurut Warsh, langkah tersebut akan memungkinkan suku bunga kebijakan yang lebih rendah.

Komentar Para Analis

Ryan Swift, Kepala Strategi Obligasi AS, BCA Research, Montreal:

“Ada risiko besar saat ini terkait ekspektasi inflasi. Jika melihat indikator seperti 10-year TIPS breakeven inflation rate, angkanya masih cukup terkendali dan sejalan dengan asumsi inflasi kembali ke target dalam jangka panjang.”

“Namun indikator itu meningkat belakangan ini dan berada mendekati batas atas rentang sejak 2023. Ada risiko ekspektasi inflasi bisa lepas kendali.”

“Jika pernyataan awal Kevin Warsh setelah menjabat bernada dovish, misalnya mendorong pemangkasan suku bunga, itu akan menjadi masalah besar bagi pasar obligasi.”

“Itu akan meningkatkan risiko ekspektasi inflasi lepas kendali, sehingga bagian panjang kurva yield (yield jangka panjang) menjadi sulit dikontrol, dan itu akan menjadi masalah besar.”

“Dalam skenario dasar saya, saya tidak yakin dia akan melakukan itu. Tapi risikonya sangat besar saat ini. Dia harus mengubah nada bicaranya, jika tidak pasar obligasi akan bermasalah.”

“Sekarang dia sudah dikonfirmasi, dia sudah memegang jabatan. Saya akan sangat terkejut jika dia mulai mendukung pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Sulit membangun alasan ekonomi untuk itu.”

Baca Juga: Trump: Saya Tidak Memikirkan Situasi Keuangan Warga Amerika dalam Negosiasi Iran

Phil Blancato, Kepala Strategi Pasar, Osaic, New York:

“Pasar kemungkinan melihat konfirmasi Kevin Warsh sebagai sinyal The Fed akan lebih fokus pada inflasi, mengingat kritiknya selama ini bahwa para pembuat kebijakan terlalu longgar terlalu lama setelah pandemi.”

“Investor juga bisa menilai kepemimpinannya akan lebih mendukung intervensi pasar yang lebih sedikit serta neraca The Fed yang lebih kecil, sehingga dalam jangka panjang suku bunga lebih ditentukan oleh mekanisme pasar.”

“Di saat yang sama, keberadaan Powell yang tetap berada di dewan dapat membantu menenangkan kekhawatiran dan mencegah perubahan kebijakan yang terlalu mendadak.”

“Pada akhirnya, konfirmasi Warsh memberi sinyal The Fed dapat menjadi lebih sadar inflasi dan kurang intervensif seiring waktu.”

“Pertanyaan terbesar pasar adalah apakah ia akan memimpin secara independen atau lebih selaras dengan tekanan Gedung Putih untuk menurunkan suku bunga, apalagi Trump secara terbuka mendorong pemangkasan.”




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×