kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Erdogan: Sanksi dan embargo tak akan mampu hentikan operasi militer Turki ke Suriah


Senin, 14 Oktober 2019 / 08:53 WIB

Erdogan: Sanksi dan embargo tak akan mampu hentikan operasi militer Turki ke Suriah
ILUSTRASI. Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara selama pertemuan dengan para anggota media internasional di Istanbul, Turki, 20 Juni 2019.


KONTAN.CO.ID - ANKARA. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, ancaman sanksi maupun embargo senjata tidak akan mampu menghentikan operasi militer Turki terhadap Kurdi di Suriah.

Pernyataan itu Erdogan sampaikan menanggapi keputusan sejumlah negara yang menangguhkan pengiriman senjata mereka ke Turki karena operasi militer yang Ankara lancarkan ke Suriah.

"Setelah kami meluncurkan operasi (militer) kami, kami menghadapi berbagai ancaman, mulai sanksi ekonomi hingga embargo penjualan senjata. Mereka yang berpikir bahwa mereka bisa membuat Turki membatalkan serangan militer dengan ancaman seperti itu sangat keliru," ujar Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi, Minggu (13/10).

Baca Juga: AS berencana jatuhkan sanksi ekonomi atas Turki menyusul serangan ke Suriah

Sebelumnya, Prancis dan Jerman pada Sabtu (12/10) memutuskan untuk menangguhkan ekspor senjata mereka ke Turki atas serangan yang militer negara itu lancarkan terhadap Kurdi di Suriah.

Turki melancarkan serangan lintas perbatasan terhadap pejuang Kurdi yang menjadi bagian dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang Ankara pandang sebagai teroris.

YPG telah menjadi tulang punggung Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang Kurdi pimpin dan menjadi sekutu utama dalam operasi yang AS pimpin melawan kelompok ISIS di Suriah.

Meski demikian, Ankara menganggap YPG sebagai perpanjangan dari teroris pemberontak Kurdi yang telah berperang melawan Turki selama tiga dekade.


Reporter: kompas.com
Editor: S.S. Kurniawan

Video Pilihan


Close [X]
×