Eropa Makin Cemas, Gazprom Deklarasi Force Majeure atas Pasokan Gas dari Rusia

Senin, 18 Juli 2022 | 21:34 WIB Sumber: Reuters
Eropa Makin Cemas, Gazprom Deklarasi Force Majeure atas Pasokan Gas dari Rusia

ILUSTRASI. Gazprom menyatakan force majeure atas pasokan gas dari Rusia ke Eropa. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.


KONTAN.CO.ID - LONDON. Gazprom menyatakan force majeure atas pasokan gas ke Eropa untuk setidaknya satu pelanggan utama, menurut surat dari perusahaan gas asal Rusia itu, yang akan menambah kekhawatiran benua biru kekurangan bahan bakar.

Tertanggal 14 Juli dan Reuters lihat pada Senin (18/7), kekuatan hukum surat tersebut adalah untuk melindungi Gazprom dari pembayaran kompensasi untuk pasokan gas yang terganggu.

Surat itu menyatakan, Gazprom, yang memonopoli ekspor gas Rusia melalui pipa, tidak bisa memenuhi kewajiban pasokannya karena keadaan "luar biasa".

Klausul force majeure, untuk menghindari Gazprom dari kewajiban kontrak karena faktor-faktor di luar kendali, berlaku surut mulai dari pengiriman 14 Juni lalu.

Deklarasi force majeure Gazprom berlaku mulai 14 Juni, membebaskannya dari kompensasi apa pun sejak saat itu.

Baca Juga: Jerman Cemas, Pipa Nord Stream 1 dari Rusia Stop Beroperasi untuk Pemeliharaan Rutin

Sumber Reuters, yang meminta namanya tidak disebutkan karena sensitivitas masalah ini, mengatakan, surat Gazprom tersebut berkaitan dengan pasokan melalui pipa Nord Stream 1, rute utama ke Jerman dan sekitarnya.

Gazprom tidak segera berkomentar.

Pipa Nord Stream 1 ditutup untuk pemeliharaan tahunan, yang akan selesai pada 21 Juli nanti. Tetapi, beberapa pelanggan khawatir pasokan gas tidak akan Gazprom lanjutkan.

Salah satu pelanggan, grup minyak dan gas Austria OMV, mengatakan pada Senin, mereka mengharapkan pengiriman gas dari Rusia melalui pipa Nord Stream 1 berlanjut sesuai rencana.

Bahkan, sebelum Nord Stream memulai pemeliharaan 11 Juli, Gazprom pada 14 Juni telah mengurangi pengiriman melalui pipa di bawah Laut Baltik ke Jerman, dengan alasan penundaan pemeliharaan turbin di Kanada oleh pemasok peralatan Siemens Energy.

 

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru