kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.043   41,00   0,23%
  • IDX 5.309   30,55   0,58%
  • KOMPAS100 683   3,64   0,54%
  • LQ45 534   3,62   0,68%
  • ISSI 181   1,37   0,77%
  • IDX30 300   2,39   0,80%
  • IDXHIDIV20 393   3,28   0,84%
  • IDX80 79   0,62   0,80%
  • IDXV30 109   1,05   0,98%
  • IDXQ30 99   0,86   0,87%

FAA Beri Sertifikasi Final Boeing 737 MAX 10, Pengiriman Segera Dimulai


Rabu, 21 Oktober 2026 / 14:36 WIB
FAA Beri Sertifikasi Final Boeing 737 MAX 10, Pengiriman Segera Dimulai
ILUSTRASI. FAA menyetujui sertifikasi final Boeing 737 MAX 10. Pesawat berkapasitas 230 penumpang ini ditargetkan mulai dikirim pada awal 2027. (REUTERS/Benoit Tessier)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – EVERETT. Boeing akhirnya memperoleh persetujuan sertifikasi final dari Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) untuk pesawat 737 MAX 10 pada Selasa (20/10/2026). Persetujuan ini membuka jalan bagi produsen pesawat asal Amerika Serikat tersebut untuk mulai mengirimkan varian terbesar dari keluarga pesawat terlarisnya.

Sertifikasi ini menjadi tonggak penting bagi Boeing dalam memulihkan kinerja keuangannya setelah menghadapi berbagai krisis dan kontroversi selama beberapa tahun terakhir. Boeing memperkirakan 737 MAX 10 akan menjadi salah satu pendorong utama arus kas perusahaan ke depan.

Menurut konsultan analisis penerbangan IBA, maskapai penerbangan telah memesan lebih dari 1.550 unit 737 MAX 10. Model tersebut menyumbang sekitar 31% dari total pesanan 737 Boeing yang belum terpenuhi.

Kehadiran 737 MAX 10 juga menjadi faktor penting dalam persaingan Boeing dengan Airbus di pasar pesawat jet berbadan sempit atau single-aisle yang menguntungkan. Sementara itu, pesawat C919 buatan perusahaan China, COMAC, masih berada jauh di belakang kedua produsen tersebut.

Baca Juga: NATO Kerahkan Pesawat Patroli dan Drone ke Laut Hitam Usai Serangan Kapal

"Kami ingin mengalahkan perusahaan-perusahaan Eropa, kami ingin mengalahkan perusahaan-perusahaan China," kata Menteri Transportasi Amerika Serikat Sean Duffy saat mengunjungi pabrik Boeing di Everett, Washington, untuk mengumumkan sertifikasi FAA tersebut.

"Namun, jika kami ingin terus melakukan itu, saya harus mengizinkan kalian untuk mendapatkan sertifikasi pesawat lebih cepat," ujar Duffy, merujuk pada komitmennya untuk menyederhanakan proses sertifikasi pesawat.

Boeing telah berupaya mendapatkan sertifikasi 737 MAX 10 sejak awal dekade 2020-an. Pada perdagangan Selasa, saham Boeing ditutup melemah sekitar 0,5%.

Pada Juli lalu, Boeing membuka jalur produksi baru di pabrik Everett untuk meningkatkan produksi seri 737. Selain di Everett, perusahaan juga merakit pesawat keluarga 737 di fasilitasnya di Renton, Washington.

Wakil Presiden Senior Boeing Commercial Airplanes Mike Sinnett, yang mengawasi program pengembangan pesawat, mengatakan proses sertifikasi dari Transport Canada dan Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) diperkirakan selesai dalam beberapa bulan ke depan.

"Sertifikasi tersebut mungkin akan selesai dalam beberapa bulan," kata Sinnett.

Setelah seluruh persetujuan terkait diperoleh, Boeing dapat mengirimkan unit pertama 737 MAX 10 kepada WestJet, maskapai penerbangan yang berbasis di Kanada. Pengiriman tersebut dijadwalkan berlangsung pada awal 2027.

Boeing 737 MAX 10 Bisa Angkut 230 Penumpang

Sebagai varian terbesar dalam keluarga 737 MAX, pesawat 737 MAX 10 mampu mengangkut hingga 230 penumpang. Kapasitas ini lebih besar dibandingkan 737 MAX 9 yang dapat menampung hingga 195 penumpang dan 737 MAX 7 dengan kapasitas hingga 160 penumpang.

Kapasitas yang lebih besar menjadikan MAX 10 sebagai pesawat penting bagi sejumlah maskapai yang ingin memperluas bisnisnya. Pelanggan utama model ini mencakup United Airlines, Alaska Airlines, Ryanair, Delta Air Lines, dan American Airlines.

Baca Juga: Menteri Keuangan APEC Sepakat Perkuat Koordinasi Hadapi Risiko Ekonomi Global

Boeing bahkan telah menyelesaikan pembangunan sejumlah unit MAX 10 yang kini menunggu pengiriman kepada pelanggan.

Namun, keterlambatan sertifikasi selama bertahun-tahun memberikan keuntungan bagi pesaingnya dari Eropa. Airbus A321neo berhasil memperkuat posisinya di segmen pesawat berbadan sempit berkapasitas besar ketika Boeing belum dapat memasarkan MAX 10 secara penuh.

Pengawasan Keselamatan Perketat Sertifikasi Boeing

Proses sertifikasi 737 MAX 10 berlangsung lebih ketat setelah dua kecelakaan fatal yang melibatkan Boeing 737 MAX 8 pada 2018 dan 2019 menewaskan 346 orang.

Pengawasan terhadap sistem produksi dan pengendalian kualitas Boeing juga semakin intensif setelah panel badan pesawat Alaska Airlines 737 MAX 9 terlepas saat penerbangan pada Januari 2024.

Pada Agustus 2026, FAA lebih dahulu menyetujui sertifikasi varian yang lebih kecil, yakni 737 MAX 7, setelah proses peninjauan yang berlangsung lebih dari delapan tahun.

Untuk MAX 10, regulator mensyaratkan sejumlah peningkatan signifikan, termasuk pembaruan sistem kendali penerbangan dan penggunaan sensor sudut serang (angle of attack) yang ditingkatkan. Perubahan tersebut juga akan diterapkan pada armada pesawat yang telah beroperasi dalam beberapa tahun mendatang.

Masalah pada sistem anties atau anti-ice mesin 737 MAX yang muncul pada 2023 turut menunda sertifikasi MAX 7 dan MAX 10.

Pada akhir September 2026, Boeing juga mengungkapkan kendala lain pada pembaruan terbaru perangkat lunak navigasi 737 MAX. Masalah tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran akan kembali menunda sertifikasi.

Baca Juga: Penjualan Domino’s Pizza Naik 2,3% pada Kuartal III 2026

Namun, FAA menyimpulkan bahwa kendala perangkat lunak itu tidak menimbulkan masalah keselamatan. Regulator juga tidak mewajibkan Boeing memperbaikinya sebagai syarat untuk memperoleh sertifikasi pesawat.

Boeing Bersiap Lanjutkan Sertifikasi 777-9

Setelah menyelesaikan sertifikasi varian terakhir keluarga 737 MAX, sebagian anggota tim sertifikasi Boeing akan membantu proses persetujuan untuk 777-9, pesawat terbesar yang sedang dikembangkan perusahaan tersebut.

Program 777-9 saat ini telah tertinggal sekitar enam tahun dari jadwal awal. Boeing sebelumnya menyatakan menargetkan penyelesaian sertifikasi dan dimulainya pengiriman pesawat tersebut pada 2027.

Meski proses sertifikasi keluarga 737 MAX berlangsung panjang, Chris Payne dari Boeing, yang mengawasi program sertifikasi pesawat tersebut, menyampaikan optimisme bahwa proses persetujuan pesawat pada masa mendatang dapat berlangsung lebih cepat.

"Hal yang menggembirakan adalah pemerintah saat ini bekerja secara terpadu dengan FAA dan Boeing. Kami semua melakukan dialog dan pembicaraan yang tepat untuk menentukan seperti apa masa depan nanti dan seperti apa seharusnya masa depan itu," kata Payne.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×