Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengungkapkan bahwa kursi penumpang pada ratusan pesawat Boeing 737 MAX yang terdaftar di Amerika Serikat dipasang secara tidak benar dan perlu segera diperbaiki.
Mengutip Reuters, Senin (27/7/2026), FAA menyatakan kesalahan pemasangan tersebut berpotensi menyebabkan cedera bagi penumpang maupun awak kabin saat terjadi pendaratan darurat.
Baca Juga: Hong Kong Jadi Ladang Pendanaan Raksasa Teknologi China, Dana Tembus US$ 27,13 Miliar
Selain itu, kursi yang terlepas juga dapat menghalangi lorong kabin dan memperlambat proses evakuasi.
FAA telah menerbitkan usulan airworthiness directive atau arahan kelaikudaraan yang akan berlaku untuk 453 pesawat Boeing 737 MAX yang terdaftar di Amerika Serikat.
Meskipun FAA hanya memiliki kewenangan atas maskapai di AS, regulator penerbangan di berbagai negara umumnya mengikuti arahan FAA apabila dinilai relevan.
Arahan ini muncul ketika Boeing tengah berupaya meningkatkan kualitas produksi dan mempercepat output di bawah kepemimpinan CEO Kelly Ortberg.
Perusahaan masih berupaya memulihkan kepercayaan publik setelah masalah kualitas produksi mencuat pada awal 2024, ketika panel penutup pintu (door plug) pesawat Alaska Airlines Boeing 737 MAX terlepas saat penerbangan.
Baca Juga: Saham Samsung dan SK Hynix Anjlok hingga 10%, Kekhawatiran AI Guncang Sektor Chip
Dalam dokumen usulan tersebut, FAA menyebut telah menerima laporan bahwa sejumlah rangkaian kursi penumpang tidak dipasang dengan benar pada rel kursi (seat tracks).
Akibatnya, rangkaian kursi tersebut berpotensi terlepas dari rel apabila mengalami beban tinggi, turbulensi, atau saat pesawat melakukan pendaratan darurat.
"Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengakibatkan cedera pada penumpang dan awak saat pendaratan darurat atau menghalangi lorong kabin sehingga memperlambat evakuasi," tulis FAA.
FAA memperkirakan setiap pesawat Boeing 737 MAX memiliki hingga 69 unit rangkaian kursi yang dipasang pada rel.
Perbaikan diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam kerja untuk setiap rangkaian kursi dan tidak memerlukan penggantian suku cadang.
Baca Juga: Bursa Jepang Tertekan Selasa (28/7), Nikkei Ambles 3% Akibat Aksi Jual Saham Chip
Namun, FAA belum menetapkan tenggat waktu bagi maskapai untuk menyelesaikan perbaikan tersebut.
Sementara itu, Boeing menyatakan telah mengirimkan panduan kepada para operator pesawat terkait masalah ini sejak Desember 2025.
"Kami mendukung langkah FAA untuk menjadikan panduan tersebut sebagai persyaratan yang wajib dipatuhi," kata juru bicara Boeing dalam pernyataan melalui email.














