kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.105   70,00   0,39%
  • IDX 6.173   -13,13   -0,21%
  • KOMPAS100 806   -1,29   -0,16%
  • LQ45 612   -0,54   -0,09%
  • ISSI 213   -0,42   -0,20%
  • IDX30 345   -0,26   -0,07%
  • IDXHIDIV20 427   -0,18   -0,04%
  • IDX80 92   -0,09   -0,09%
  • IDXV30 117   0,28   0,24%
  • IDXQ30 110   -0,04   -0,04%

Saham Samsung dan SK Hynix Anjlok hingga 10%, Kekhawatiran AI Guncang Sektor Chip


Selasa, 28 Juli 2026 / 08:25 WIB
Saham Samsung dan SK Hynix Anjlok hingga 10%, Kekhawatiran AI Guncang Sektor Chip
ILUSTRASI. SK Hynix (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham emiten semikonduktor Korea Selatan jatuh tajam pada Selasa (28/7/2026), dipimpin oleh Samsung Electronics dan SK Hynix.

Aksi jual dipicu kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan investasi kecerdasan buatan (AI), risiko pendanaan infrastruktur AI, serta meningkatnya persaingan dari China.

Baca Juga: Bursa Jepang Tertekan Selasa (28/7), Nikkei Ambles 3% Akibat Aksi Jual Saham Chip

Mengutip Reuters, saham Samsung Electronics sempat merosot hingga 9,5%, sedangkan SK Hynix anjlok hingga 10,9%. Indeks acuan KOSPI juga tertekan 7,3% pada perdagangan awal.

Sebelumnya, saham SK Hynix yang tercatat di Amerika Serikat telah ditutup melemah ke level US$ 143,02, berada di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar US$ 149.

Tekanan terhadap sektor chip muncul setelah serangkaian perkembangan yang memunculkan keraguan baru mengenai keberlanjutan reli saham semikonduktor yang selama ini ditopang oleh ledakan investasi AI.

Baca Juga: Indeks KOSPI Terjun 7% di Pagi Ini, Didorong Aksi Jual Terhadap Saham Chip Global

SK Hynix merupakan pemasok utama chip high-bandwidth memory (HBM) untuk Nvidia dan menjadi salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari lonjakan belanja AI. Karena itu, sahamnya sangat sensitif terhadap perubahan sentimen investor terhadap sektor AI.

Analis menilai, aksi jual kali ini dipicu kombinasi beberapa faktor, mulai dari kekhawatiran atas pendanaan infrastruktur AI, kemajuan teknologi China, hingga meningkatnya persaingan dari produsen chip asal Negeri Tirai Bambu.

Salah satu pemicunya adalah laporan Wall Street Journal yang menyebut Nvidia berpotensi menyediakan dukungan pendanaan sekitar US$ 250 miliar untuk proyek pusat data OpenAI.

Kabar tersebut membuat saham Nvidia turun hampir 5% pada perdagangan sebelumnya, karena investor mempertanyakan sejauh mana perusahaan tersebut akan membiayai proyek pelanggan-pelanggannya sendiri.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Selasa (28/7) Pagi, Brent ke US$ 87,82 & WTi ke US$ 81,95

Di sisi lain, investor juga mencermati laporan mengenai kemajuan China dalam mengembangkan mesin litografi deep ultraviolet (DUV) buatan dalam negeri.

Langkah ini dinilai dapat mengurangi ketergantungan China terhadap peralatan semikonduktor dari Barat, meski masih menghadapi pembatasan ekspor teknologi chip dari Amerika Serikat.

Sentimen negatif semakin bertambah dengan meningkatnya popularitas model AI open-source murah asal China, seperti Kimi K3.

Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa kebutuhan komputasi AI di masa depan mungkin tidak sebesar perkiraan sebelumnya, sehingga permintaan terhadap chip AI canggih dan HBM berpotensi melambat.

Baca Juga: Donald Trump: AS dan Iran Sedang Melakukan Perundingan yang Bagus

Selain itu, debut yang kuat di pasar saham produsen chip memori China, CXMT, turut memicu kekhawatiran akan semakin ketatnya persaingan di industri memori global.

Kekhawatiran investor juga diperparah oleh laporan bahwa Apple melobi pemerintahan Presiden Donald Trump agar mengizinkan penggunaan chip buatan China pada sebagian produknya. Langkah tersebut semakin menguatkan persepsi bahwa kemampuan teknologi semikonduktor China terus berkembang dan dapat menjadi ancaman bagi para pemain global.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×