FDA AS Mengesahkan Dua Vaksin Covid-19 untuk Anak-anak di Bawah 5 Tahun

Jumat, 17 Juni 2022 | 20:58 WIB Sumber: Reuters
FDA AS Mengesahkan Dua Vaksin Covid-19 untuk Anak-anak di Bawah 5 Tahun

ILUSTRASI. Vaksin Covid-19 untuk anak-anak di AS. REUTERS/Hannah Beier

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengesahkan dua vaksin Covid-19 untuk anak-anak usia di bawah 5 tahun, membuka pintu untuk vaksinasi jutaan anak-anak balita di AS.

Mengutip Reuters, Jumat (17/6), FDA mengizinkan vaksin pfizer BioNTech untuk anak-anak usia 6 bulan hingga 4 tahun, dan vaksin Moderna Inc untuk mereka yang berusia 6 bulan hingga 17 tahun.

Vaksin Pfizer sudah diizinkan untuk digunakan pada anak-anak dan remaja di atas usia 5 tahun.

Pejabat Gedung Putih mengatakan, vaksin dapat diluncurkan untuk kelompok usia di bawah 5 tahun pada awal pekan depan, dan rantai farmasi telah menyampaikan kesiapannya untuk mendistribusikan vaksin tersebut.

Baca Juga: Kasus Positif Corona di Indonesia Naik Lagi, Ini Gejala Covid-19 Omicron BA.4 & BA.5

Panel penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, yang pertama-tama perlu membuat rekomendasi tentang penggunaan suntikan, dijadwalkan bertemu pada hari Jumat dan Sabtu.

Sementara banyak orang tua Amerika sangat ingin memvaksinasi anak-anak mereka, tidak jelas seberapa kuat permintaan akan suntikan tersebut. 
Vaksin Pfizer/BioNTech disahkan untuk anak-anak usia 5 hingga 11 tahun pada bulan Oktober, tetapi hanya sekitar 29% dari kelompok itu yang divaksinasi penuh, menurut data federal.

"Mereka yang dipercaya dalam perawatan anak-anak dapat memiliki keyakinan pada keamanan dan efektivitas vaksin Covid-19 ini dan dapat diyakinkan bahwa badan tersebut menyeluruh dalam evaluasi datanya," kata Komisaris FDA Robert Califf dalam sebuah pernyataan.

Pejabat kesehatan masyarakat dan pakar mengatakan bahwa meskipun sebagian besar anak kecil terinfeksi selama gelombang musim dingin karena varian Omicron dari virus corona, kekebalan alami berkurang seiring waktu dan vaksinasi akan membantu mencegah rawat inap dan kematian ketika kasus meningkat lagi.

Perusahaan telah mempresentasikan data yang menunjukkan bahwa tidak ada masalah keamanan baru dalam kelompok usia tersebut dan vaksin menghasilkan respons kekebalan yang kuat.

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru