kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.840   38,00   0,23%
  • IDX 8.284   -6,79   -0,08%
  • KOMPAS100 1.171   -0,80   -0,07%
  • LQ45 840   -1,54   -0,18%
  • ISSI 296   0,09   0,03%
  • IDX30 437   0,84   0,19%
  • IDXHIDIV20 521   1,01   0,19%
  • IDX80 131   -0,07   -0,05%
  • IDXV30 143   0,75   0,53%
  • IDXQ30 141   0,00   0,00%

Defisit Anggaran AS Terus Membengkak di Era Trump, Tembus 6,7% PDB pada 2036


Kamis, 12 Februari 2026 / 08:40 WIB
Defisit Anggaran AS Terus Membengkak di Era Trump, Tembus 6,7% PDB pada 2036
ILUSTRASI. Donald Trump (REUTERS/Kevin Lamarque)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) diproyeksikan terus melebar dalam satu dekade ke depan di tengah kebijakan pemotongan pajak dan tarif Presiden Donald Trump, menurut proyeksi terbaru Congressional Budget Office (CBO).

Melansir Reuters Kamis (12/2/2026), CBO memperkirakan defisit fiskal tahun 2026 tahun fiskal penuh pertama Trump mencapai US$1,853 triliun atau sekitar 5,8% dari produk domestik bruto (PDB), sedikit lebih tinggi dibandingkan defisit 2025 sebesar US$1,775 triliun.

Baca Juga: MSCI Tambah 33 Saham ke Indeks China A, Hapus 9 Emiten

Dalam jangka panjang, rasio defisit terhadap PDB diperkirakan rata-rata 6,1% selama 10 tahun ke depan dan meningkat menjadi 6,7% pada 2036.

Angka tersebut jauh di atas target Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang ingin menekan rasio defisit ke sekitar 3% PDB.

“Defisit besar yang berkelanjutan seperti ini secara historis tidak lazim, apalagi ketika tingkat pengangguran diproyeksikan tetap di bawah 5%,” kata Direktur CBO Phillip Swagel.

Proyeksi Pertumbuhan Jadi Perdebatan

Gedung Putih membantah proyeksi tersebut. Juru bicara Gedung Putih Kush Desai menilai CBO kerap meremehkan pertumbuhan ekonomi dan menegaskan kebijakan Trump justru akan memperkecil rasio defisit terhadap PDB.

Baca Juga: Ini Kata Orang Pintar Soal Langkah China Kurangi Kepemilikan Utang AS

Perbedaan utama terletak pada asumsi pertumbuhan ekonomi. CBO memproyeksikan pertumbuhan riil PDB 2026 sebesar 2,2% (basis kuartal IV) dan rata-rata 1,8% untuk sisa dekade.

Sebaliknya, pemerintahan Trump mematok pertumbuhan 3–4% pada 2026, bahkan memperkirakan kuartal I bisa melampaui 6% berkat lonjakan investasi pabrik dan pusat data kecerdasan buatan (AI).

Namun, CBO hanya memperkirakan dorongan nominal dari produktivitas AI sekitar 10 basis poin per tahun, lebih kecil dari ekspektasi pemerintah.

Dampak “One Big Beautiful Bill”

CBO menyebut paket kebijakan fiskal Trump yang memperpanjang pemotongan pajak 2017 dan memangkas belanja program sosial seperti Medicaid akan menambah defisit sebesar US$4,7 triliun dalam 10 tahun.

Baca Juga: Laba ANZ Melonjak 17%, Saham Cetak Rekor Usai Program Efisiensi

Penurunan imigrasi juga diperkirakan menambah beban defisit US$500 miliar karena memperlambat pertumbuhan angkatan kerja.

Di sisi lain, pendapatan tambahan dari tarif impor diproyeksikan memangkas defisit sekitar US$3 triliun, termasuk efek ekonomi dan pengurangan pembayaran bunga utang.

Secara kumulatif, defisit periode 2026–2035 diperkirakan US$1,4 triliun lebih besar dibandingkan proyeksi CBO pada Januari 2025.

Beban Bunga dan Utang Melejit

Meski terdapat penghematan belanja diskresioner termasuk dari program efisiensi pemerintahan penurunan ini relatif kecil dibandingkan lonjakan biaya bunga utang.

Biaya bunga bersih diproyeksikan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi US$2 triliun pada 2035, dari US$970 miliar pada 2025.

Baca Juga: Israel Gabung “Board of Peace” Inisiatif Trump, Netanyahu Teken Aksesi di Washington

Total utang publik AS diperkirakan naik menjadi US$56,15 triliun atau 120% PDB pada 2036, dibandingkan US$30,17 triliun atau 99% PDB pada 2025.

Pada 2030, rasio utang terhadap PDB akan melampaui rekor 106% yang tercapai pada 1946 setelah Perang Dunia II.

“Tidak ada cara untuk mempermanisnya: kesehatan fiskal Amerika semakin mengkhawatirkan,” ujar Jonathan Burks dari Bipartisan Policy Center.

“Defisit sebesar ini belum pernah terjadi pada ekonomi yang sedang tumbuh dan dalam kondisi damai.”

Selanjutnya: Orang Tua Wajib Tahu: Inilah Rangkaian Jadwal Libur Sekolah Awal Puasa 2026

Menarik Dibaca: Orang Tua Wajib Tahu: Inilah Rangkaian Jadwal Libur Sekolah Awal Puasa 2026




TERBARU

[X]
×