kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Foxconn dan TSMC capai kesepakatan vaksin Covid-19 BioNTech senilai US$ 350 juta


Senin, 12 Juli 2021 / 10:12 WIB
ILUSTRASI. Logo Foxconn


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Foxconn dan TSMC Taiwan mengatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk membeli 10 juta dosis vaksin Covid-19 BioNTech SE Jerman dengan total biaya dari kesepakatan sekitar US$ 350 juta.

Sejatinya, Pemerintah Taiwan telah mencoba selama berbulan-bulan untuk membeli vaksin langsung dari BioNTech dan menyalahkan China karena menggagalkan kesepakatan yang akan ditandatangani kedua belah pihak awal tahun ini.

Bulan lalu, menghadapi tekanan publik tentang lambatnya program inokulasi Taiwan, pemerintah setempat setuju untuk mengizinkan pendiri Foxconn Terry Gou, serta Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), untuk bernegosiasi atas nama perusahaan untuk vaksin.

Baca Juga: Jadi pusat gelombang COVID-19, Vietnam lockdown Ho Chi Minh City

Agen penjualan BioNTech China, Shanghai Fosun Pharmaceutical Group Co Ltd mengatakan bahwa kesepakatan telah ditandatangani. Namun, belum ada rincian jangka waktu pengiriman yang diungkapkan.

Dalam laman facebooknya, Gou menuliskan bahwa dirinya bersyukur karena kesepakatan telah selesai dengan rincian Foxconn dan TSMC masing-masing membeli 5 juta dosis untuk disumbangkan kepada pemerintah agar didistribusikan.

"Tapi kami tidak bisa santai, karena kami akan terus bekerja keras untuk mendorong waktu dan kuantitas pengiriman. Kumpulan vaksin ini dikirim langsung dari pabrik Jerman yang saya yakini akan membantu masyarakat Taiwan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan menawarkan kelonggaran dalam menghadapi epidemi,” tulis Gou seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/7).

Gou juga menambahkan bahwa selama masa negosiasi tersebut, tidak ada campur tangan dari otoritas Beijing.

Drama vaksin BioNTech memang telah memukau di Taiwan dan mendominasi berita utama. Sebuah kelompok Buddhis utama Taiwan, Yayasan Tzu Chi, juga mencoba untuk membeli suntikan tersebut.

Baca Juga: Foxconn Taiwan Akan Mengembangkan Kendaraan Listrik di Amerika Serikat

Taiwan memiliki jutaan vaksin yang dipesan, terutama dari AstraZeneca Plc dan Moderna Inc, sementara Amerika Serikat dan Jepang bersama-sama menyumbangkan hampir lima juta dosis ke pulau itu untuk membantu mempercepat vaksinasi.

Sekitar sepersepuluh dari 23,5 juta orang Taiwan telah menerima setidaknya satu dari dosis dua suntikan, meskipun wabah virus corona domestik yang relatif kecil di Taiwan dan sebagian besar terkendali.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×