kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

G-20 akan mendorong peningkatan peran IMF untuk menopang Eropa


Jumat, 14 Oktober 2011 / 16:02 WIB
ILUSTRASI. Interpol memperingatkan pada hari Rabu (2/12/2020) bahwa jaringan kriminal terorganisir dapat menargetkan vaksin Covid-19. REUTERS/Edgar Su


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

WASHINGTON. Negara-negara mulai dari Cina hingga Brasil yang tergabung dalam kelompok negara G-20 mempertimbangkan untuk membantu membendung krisis utang Eropa. Caranya, dengan mendorong peningkatan jumlah pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk bailout Eropa.

Tiga pejabat yang enggan diidentifikasi menyebut, para menteri keuangan negara G-20 akan membahas perluasan peran IMF sebagai bagian dari kesepakatan G-20 pada pertemuan bulan depan di Cannes, Perancis.

Menurut ketiga sumber tersebut, pembicaraan sedang dalam tahap awal sebagai kontribusi yang potensial, sembari menunggu langkah yang ditempuh Eropa untuk mengakhiri gejolak utang pada pertemuan puncak 23 Oktober mendatang.

Bulan lalu, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan kepada negara-negara anggota, saat ini dana US$ 390 miliar yang ada mungkin tidak cukup untuk memenuhi semua permintaan pinjaman jika ekonomi global memburuk. Dana tambahan dapat digunakan untuk membantu Italia dan Spanyol untuk mencegah kedua negara tersebut tertular ancaman default. Kemarin, Standard & Poor's memangkas peringkat utang Spanyol sebanyak satu tingkat menjadi AA-.

Analis Credit Agricole CIB Dariusz Kowalczyk menilai, negara berkembang, khususnya China, mungkin merasakan tekanan pada level ini, sehingga perlu mengambil tindakan untuk membantu wilayah Barat.

"Namun, mereka tidak ingin terlalu banyak berinvestasi, karena menilai masalah krisis di wilayah Barat karena ulah sendiri. "Dan, jika mereka membantu, akan dilakukan dengan cara yang membawa manfaat dan pengakuan bagi mereka," ujarnya, di Hong Kong, hari ini.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×