kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Gara-gara aksi demonstrasi, Moodys pangkas peringkat utang Hong Kong


Selasa, 21 Januari 2020 / 08:37 WIB
Gara-gara aksi demonstrasi, Moodys pangkas peringkat utang Hong Kong
ILUSTRASI. Aksi unjuk rasa Hong Kong yang berakhir bentrok. REUTERS/Navesh Chitrakar TPX IMAGES OF THE DAY

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Moody's memutuskan untuk memangkas peringkat utang Hong Kong satu level menjadi "Aa3" dari sebelumnya "Aa2" pada hari Senin (20/1/2020).

Melansir Reuters, Moody's mengungkapkan alasan pemangkasan peringkat utang itu karena mereka menilai kekuatan institusi dan pemerintahan Hong Kong lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Meski demikian, Moody's menaikkan outlooknya menjadi stabil dari sebelumnya negatif.

Baca Juga: Hong Kong dinobatkan sebagai kota termahal di dunia

"Tidak adanya rencana nyata untuk mengatasi masalah politik atau ekonomi dan sosial dari populasi Hong Kong yang muncul ke permukaan dalam sembilan bulan terakhir mungkin mencerminkan kapasitas kelembagaan inheren yang lebih lemah daripada yang sebelumnya dinilai Moody's," jelas Moody's seperti yang dilansir Reuters.

Moody's juga mengatakan bahwa ada ketidakjelasan dari pemerintah Hong Kong pada tanggapannya terhadap pemilihan dewan secara langsung akhir tahun lalu yang melihat kandidat pro-demokrasi menang dengan jumlah rekor.

"Tekanan pada institusi Hong Kong merusak profil kreditnya secara langsung," tambah Moody's.

Baca Juga: Turis asing anjlok, peritel di Hong Kong tutup banyak gerai

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, pemerintah Hong Kong mengatakan sangat tidak setuju dengan penilaian Moody's dan "sangat kecewa" dengan keputusan tersebut.

"Meskipun Hong Kong telah menghadapi kerusuhan sosial yang paling parah sejak kembali ke Tanah Air dalam tujuh bulan terakhir ini, Pemerintah HKSAR, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, konsisten menjunjung tinggi prinsip 'satu negara, dua sistem' dan menangani situasi sesuai dengan hukum untuk mengekang kekerasan sendiri serta memulihkan ketertiban sosial sesegera mungkin," katanya.





Close [X]
×