kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Gawat, WHO kerek tingkat risiko virus corona ke level tertinggi


Sabtu, 29 Februari 2020 / 01:25 WIB
ILUSTRASI. Seorang pekerja yang mengenakan pakaian pelindung melakukan pengukuran suhu tubuh seorang pria di dalam Gedung Bursa Efek Shanghai di distrik keuangan Pudong, Shanghai, China, 28 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (28/2), mengerek tingkat risiko global dari virus corona baru ke level tertinggi. Peningkatan kasus yang terus-menerus dan negara-negara yang terkena dampak "jelas menjadi perhatian".

"Kami sekarang telah meningkatkan penilaian kami tentang risiko penyebaran dan risiko dampak Covid-19 ke level sangat tinggi di tingkat global," kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan di Jenewa, Swiss, seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Meski begitu, "Kami belum melihat bukti virus (corona baru) itu menyebar bebas di masyarakat. Selama itu yang terjadi, kita masih memiliki peluang untuk membendung (penyebaran) virus ini," ujar Tedros.

Baca Juga: Gara-gara abaikan saran WHO, Italia jadi pusat wabah virus corona di Eropa

"Kunci untuk membendung virus ini adalah memutus rantai penularan," ungkap Tedros yang menekankan pentingnya setiap individu di seluruh negara mengambil tindakan pencegahan untuk menghentikan penularan virus corona.

"Musuh terbesar kita bukanlah virus itu sendiri, tapi ketakutan, rumor, dan stigma. Dan, aset terbesar kita adalah fakta, alasan, dan solidaritas," sebut Tedros.




TERBARU

[X]
×