kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.783   18,00   0,10%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

Gawat, WHO kerek tingkat risiko virus corona ke level tertinggi


Sabtu, 29 Februari 2020 / 01:25 WIB
ILUSTRASI. Seorang pekerja yang mengenakan pakaian pelindung melakukan pengukuran suhu tubuh seorang pria di dalam Gedung Bursa Efek Shanghai di distrik keuangan Pudong, Shanghai, China, 28 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Saat ini, menurut Tedros, lebih dari 20 vaksin sedang dikembangkan secara global dan beberapa pengobatan dalam uji klinis dengan hasil yang diharapkan keluar "dalam beberapa minggu" ke depan.

Baca Juga: Meski hubungan kurang harmonis, Jepang & China sepakat kongsi memerangi virus corona

Meski WHO menaikkan tingkat risiko ke level tertinggi, Michael Ryan, Kepala Program Kedaruratan Kesehatan WHO, menambahkan, itu "tidak membantu" jika menanyakan apakah wabah virus corona sekarang bisa dianggap sebagai pandemi.

"Jika WHO menyebutnya pandemi, kami pada dasarnya menerima bahwa setiap manusia di planet ini akan terkena virus itu. Tapi, data tidak menunjukkan itu," katanya seperti dilansir Channelnewsasia.com.

"Jika kita tidak mengambil tindakan apa pun, (pandemi) itu mungkin masa depan yang harus kita alami," kata Ryan seraya menambahkan, "Masa depan epidemi (virus corona baru) ini ada di tangan kita sendiri".




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×