Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Diplomat itu menambahkan bahwa mantan politisi Belanda itu pernah mengatakan anggota aliansi “harus bersiap untuk membuka Hormuz” setelah gencatan senjata.
Pertemuan Trump di Ruang Oval dengan para pemimpin asing sering kali menjadi tontonan, dengan pujian dan keluhan disampaikan secara terbuka di depan kamera televisi. Namun berbeda dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, awal pertemuan Trump dan Rutte pada Rabu tidak dibuka untuk pers.
Trump Sebut NATO “Macan Kertas”
NATO, yang mencakup negara-negara Eropa, AS, dan Kanada, dibentuk pada 1949 untuk menghadapi risiko serangan Uni Soviet dan sejak itu menjadi pilar utama keamanan Barat. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump berulang kali menyebut NATO sebagai “macan kertas” yang tidak membantu saat dibutuhkan.
Ketika ditanya oleh reporter Reuters awal bulan ini soal kemungkinan menarik diri dari NATO, Trump menjawab: “Bukankah Anda juga akan melakukannya jika Anda jadi saya?”
Tonton: Iran Serang Jantung Energi Saudi! Balas Dendam ke Israel Picu Eskalasi Besar
Fokus Trump pada Timur Tengah juga semakin mengancam kemungkinan pengalihan senjata AS dari Ukraina, yang pertahanannya merupakan prioritas utama bagi sebagian besar anggota NATO di Eropa. Kritik Trump terhadap Ukraina, pendekatan dengan Rusia, serta ancaman untuk mengambil alih Greenland dari Denmark (anggota NATO) telah membuat sekutu-sekutu tersebut khawatir.
“Ia kecewa terhadap NATO dan sekutu lainnya karena tidak bersedia membantu selama Operasi Epic Fury, padahal upayanya menghancurkan ancaman dari Iran juga menguntungkan mereka,” kata juru bicara Gedung Putih Anna Kelly. “Seperti yang ia katakan, Amerika Serikat akan mengingatnya.”













