kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45766,21   1,60   0.21%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Gelombang PHK, klaim pengangguran AS catat rekor tertinggi sepanjang masa


Kamis, 26 Maret 2020 / 20:59 WIB
Gelombang PHK, klaim pengangguran AS catat rekor tertinggi sepanjang masa
ILUSTRASI. Ekonomi AS tengah limbung gara-gara wabah virus corona. Data terbaru, orang yang mengajukan klaim pengangguran mencapai rekor terbanyak sepanjang masa.

Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ekonomi Amerika Serikat (AS) tengah limbung gara-gara wabah virus corona. Data terbaru, orang yang mengajukan klaim atau tunjangan pengangguran mencapai rekor terbanyak sepanjang masa.

Di pekan yang berakhir 21 Maret 2020, tercatat sebanyak 3,28 juta warga AS mengajukan tunjangan pengangguran. Catatan saja, Departemen Tenaga Kerja AS mulai menghitung data klaim pengangguran sejak 1967.

Baca Juga: Kedodoran tangani corona, AS bisa menjadi seperti Italia

Reuters melaporkan, data ini menunjukkan langkah-langkah ketat untuk menahan pandemi virus corona dengan menghentikan aktivitas ekonomi dan pembatasan orang, membuat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Laporan klaim pengangguran mingguan dari Departemen Tenaga Kerja AS itu menawarkan bukti paling jelas tentang dampak buruk virus corona terhadap perekonomian. Ini yang telah memaksa Federal Reserve untuk mengambil langkah-langkah luar biasa dan Kongres AS untuk mengumpulkan paket stimulus hingga mencapai US$ 2 triliun.

Para ekonom mengatakan ekonomi AS sudah dalam resesi. Klaim mingguan adalah indikator pasar tenaga kerja yang paling tepat waktu.

Jumlah klaim pengangguran naik 3.001.000 menjadi 3.28 juta dalam pekan yang berakhir 21 Maret, melampaui rekor sebelumnya sebanak 695.000 klaim pada 1982.

Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan klaim akan naik menjadi 1 juta, meskipun perkiraan tertinggi sampai 4 juta.

Baca Juga: Gegara virus corona, Pentagon titahkan militer AS tidak ke luar negeri hingga 60 hari



TERBARU

[X]
×