kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Gempa Jepang Magnitudo 7,6: Ada Peringatan Gempa Susulan


Senin, 01 Januari 2024 / 16:00 WIB
Gempa Jepang Magnitudo 7,6: Ada Peringatan Gempa Susulan


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Gempa bumi besar dengan magnitudo 7,6 melanda Jepang tengah pada Senin (1/1). Gempa memicu peringatan tsunami dan bagi penduduk untuk mengungsi dan bersiap menghadapi kemungkinan gempa susulan.

Tsunami setinggi sekitar 1 meter melanda sebagian pantai barat di sepanjang Laut Jepang, dengan gelombang yang lebih besar diperkirakan terjadi, lapor lembaga penyiaran publik NHK seperti dikutip Reuters.

Badan Meteorologi Jepang telah mengeluarkan peringatan tsunami untuk prefektur pesisir Ishikawa, Niigata dan Toyama.

Juru bicara pemerintah Hayashi Yoshimasa mengatakan dalam konferensi pers darurat bahwa pihak berwenang masih memeriksa tingkat kerusakan dan memperingatkan warga untuk bersiap menghadapi kemungkinan gempa lebih lanjut.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Jepang, Ada Peringatan Tsunami

Rekaman yang disiarkan oleh NHK menunjukkan bangunan-bangunan runtuh di Ishikawa, dan gempa mengguncang bangunan-bangunan di ibu kota Tokyo di pantai seberang.

Lebih dari 36.000 rumah tangga kehilangan aliran listrik di prefektur Ishikawa dan Toyama, kata penyedia utilitas Hokuriku Electric Power.

Otoritas Regulasi Nuklir Jepang mengatakan tidak ada kejanggalan yang terkonfirmasi di pembangkit listrik tenaga nuklir di sepanjang Laut Jepang, termasuk lima reaktor aktif di pembangkit listrik Ohi dan Takahama milik Kansai Electric Power di Prefektur Fukui.

Pabrik Shika milik Hokuriku di Ishikawa, yang terletak paling dekat dengan pusat gempa, telah menghentikan dua reaktornya sebelum gempa untuk pemeriksaan rutin dan tidak melihat dampak apa pun dari gempa tersebut, kata badan tersebut.

Gempa bumi besar dan tsunami melanda timur laut Jepang pada 11 Maret 2011, menewaskan hampir 20.000 orang, menghancurkan kota-kota dan memicu krisis nuklir di Fukushima.




TERBARU

[X]
×