kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

General Motor akan hengkang dari tiga negara


Senin, 17 Februari 2020 / 18:24 WIB
ILUSTRASI. General Motor Co bakal hengkang dari tiga negara yaitu Australia, Selandia Baru, dan Thailand akhir tahun ini. REUTERS/Rebecca Cook/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD PACKAGE Ð SEARCH ÒBUSINESS WEEK AHEAD JUNE 13Ó FOR ALL IMAGES


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. General Motor Co bakal hengkang dari tiga negara yaitu Australia, Selandia Baru, dan Thailand akhir tahun ini. Kinerja buruk dari penjualan kendaraan listrik di tiga negara tersebut jadi alasannya.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Bloomberg Minggu (16/2). Produsen otomotif terbesar di Amerika Serikat ini bakal menggelontorkan dana US$ 1,1 miliar, dimana US$ 300 jutanya merupakan uang tunai yang akan dimasukkan dalam beban biaya pada kuartal I-2020.

Baca Juga: Penjualan mobil China bisa turun 10% di semester pertama karena virus corona

Adapun aksi GM hengkang di Australia bakal menandai berakhirnya mobil keluaran Holden yang telah berdiri sejak 164 tahun lebih. General Motor Holden Ltd adalah entitas anak GM. Adapun di Thailand, GM bakal menyerahkan lisensi produksi Chevrolet dan menjual pabrik di Rayong kepada Wall Motor Co asal Cina.

CEO GM Mary Barra menyatakan perusahaan memang tengah ambil strategi untuk mengurangi pasar globalnya dan fokus mengeruk keuntungan dari Amerika Serikat, dan Cina. Dua pasar tersebut memang merupakan penyumbang utama pendapatan GM.

“Saya sering bilang bahwa kami akan melakukan langkah yang tepat, meskipun berat. Ini salah satunya. Kami punya strategi yang tepat untuk mendorong pendapatan, dan memprioritaskan investasi global dalam menyokong mobilitas di masa depan,” katanya.

GM memang tercatat telah banyak mengucurkan investasi untuk lini bisnis kendaraan listrik dan tanpa pengemudi guna mengejar kedigdayaan Tesla Inc. Miliaran dollar AS misalnya telah dikucurkan untuk mengembangkan mobil tanpa pengemudi setelah mengakuisisi Cruise LLC pada 2016 lalu.

Baca Juga: Gara-gara virus corona, industri otomotif China anjlok

Perampingan ini memang jadi salah satu strategi jangka panjang GM sejak mereka kembali dari kebankrutan pada 2009. GM menarik merek Chevrolet dari Eropa pada 2015, hengkang dari Rusia, dan menjual merek Opel dari Jerman, serta Vauxhaul di INggris kepada Peugeot SA pada 2017.

Penghentian penjualan, desain, dan operasi teknis di Australia dan Selandia Baru bakal membuat lini mobil Holden yang ikonik bakal terhenti. Holden merupakan mobil pertama di Australia yang diproduksi secara lokal sepenuhnya pada mulai 1948. Seri sedan komodor Holden bahkan menjadi mobil dengan penjualan terbaik sejak awal 2000-an hingga 2011.

Holden sejak dipimpin Presiden GM Marks Reuss pada 2008-2009 memang telah mengalami kemunduran pasar. Pangsa pasar mereka anjlok dari 13% menjadi 4,1% saja.

Meski demikian, lenyapnya Holden dari pasar telah banyak diprediksi sejak GM menutup fasilitas produksinya di pinggiran Elizabeth Selatan, Australia pada 2017 lalu. Ini akumulasi dari minimnya penjualan yang didapat seiring biaya produksi yang membengkak.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×