kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.773   -6,00   -0,03%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

Gila! Permintaan masker melonjak 57.000% gara-gara virus corona


Jumat, 31 Januari 2020 / 15:50 WIB
ILUSTRASI. Petugas keamanan bandara berjaga saat wisatawan asal China baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Era Respiratory Mask juga menerima permintaan dari Swiss, Prancis, Belgia, Georgia, Armenia, dan Mesir. "Tidak mungkin bagi kami untuk memenuhi setiap permintaan," sebut Memis kepada Reuters.

Stok yang terbatas membuat Pemerintah Taiwan mengumumkan larangan satu bulan untuk ekspor masker spesialis. Sementara jaringan supermarket terbesar di Singapura, NTUC Fairprice, membatasi pembelian masker.

Tapi, di tengah kecemasan yang meningkat terhadap virus ada saja pedagang nakal yang mengerek harga berlipat-lipat. Di Cina, sebuah toko obat Beijing didenda 3 juta yuan (US$ 435.000) karena menaikan harga masker hampir enam kali lipat.

Baca Juga: Lagi, Singapura dan Malaysia mengonfirmasi kasus baru virus corona

Lonjakan permintaan memberikan dorongan besar untuk saham pembuat masker. Saham Kawamoto Corp dari Jepang naik hampir enam kali lipat ke rekor tertinggi. Di Korea Selatan, harga saham Kukje dan Monalisa Co Ltd masing-masing melejit 58% dan 86%.




TERBARU

[X]
×