kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Goldman: Portugal merupakan negara terakhir di Eropa yang menerima bailout


Kamis, 07 April 2011 / 17:39 WIB
ILUSTRASI. Pada 10 Juni 2020 lalu, Semen Baturaja (SMBR) telah melakukan pengiriman perdana atas sebanyak 750 ton produk semen ke Pontianak. Pengiriman dilakukan dari Pelabuhan Boom Baru, Palembang dengan bekerja sama dengan PT Pelabuhan Tanjung Priok selaku perusah


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

LONDON. Portugal menyerah. Salah satu negara yang terletak di kawasan Eropa ini akhirnya meminta dana talangan (bailout) terhadap Uni Eropa. Dengan demikian, negara ini mengikuti Yunani dan Irlandia yang sudah terlebih dulu mendapatkan bantuan serupa.

Namun menurut Goldman Sachs Group Inc, Portugal merupakan negara terakhir di kawasan Eropa yang mencari bailout internasional. "Kami memprediksi, tidak akan ada lagi negara Eropa lain yang membutuhkan bantuan finansial," jelas Francesco Garzarelli, chief interest-rate strategist Goldman Sachs di London.

Goldman juga memprediksi, sebagian dana bailout tersebut akan berasal dari Uni Eropa dan sebagian lainnya dari International Monetary Fund (IMF). Sekadar tambahan informasi, dua orang sumber dari Uni Eropa yang mengetahui detil masalah ini mengatakan, Portugal menargetkan dana bailout senilai 75 miliar euro atau US$ 107 miliar.

Garzarelli menambahkan, obligasi negara-negara yang bermasalah akan tetap volatil dan tidak likuid karena sudah tidak lagi masuk dalam indeks obligasi. Catatan saja, tingkat yield obligasi Portugal sudah melonjak tinggi sejak rencana pengunduran diri Socrates pada 23 Maret lalu.







TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×