kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Grab investasi jutaan dollar di Vietnam


Senin, 26 Agustus 2019 / 10:02 WIB
Grab investasi jutaan dollar di Vietnam
ILUSTRASI. Logo Grab

Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Grab semakin gencar bisnis di Asia Tenggara. Perusahaan transportasi online ini membenamkan investasi ratusan juta dollar di Vietnam. Pengumuman ini dilakukan setelah sebelumnya Grab juga akan menginvestasikan US$ 2 miliar di Indonesia. 

Investasi yang diusulkan adalah contoh terbaru dari merek regional terkemuka yang memperdalam komitmennya terhadap Vietnam, salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia. 

Hal ini juga menunjukkan semangat Grab, yang telah mengumpulkan miliaran dolar dari investor, untuk menguangkan kasnya.

“Kami sangat gembira tentang Vietnam. Kami melihat karakteristik yang sangat mirip dengan Indonesia, ” ujar Presiden Grab Ming Maa mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

Baca Juga: Grab Menantang Gojek di Vietnam

Seperti Indonesia, banyak konsumen kelas menengah dan muda di Vietnam menggunakan aplikasi dan situs web untuk mengakses layanan, kata Maa.

"Saya berharap menginvestasikan lebih dari beberapa ratus juta dolar untuk menumbuhkan bisnis Vietnam kita," katanya tanpa memberikan perincian spesifik tentang investasi tersebut.

Maa menjelaskan Vietnam sendiri berada di peringkat ketiga atau keempat di antara pasar-pasar Grab, kata Maa.

Grab adalah aplikasi berbagi perjalanan yang banyak diunduh di Vietnam dari Januari hingga Juli, menurut data pasar dan perusahaan analisis, App Annie. Selain Go-Jek, Be adalah pesaing perusahaan transportasi online lainnya.

Di Vietnam Grab juga bermitra dengan perusahaan fintech Moca pada tahun 2018 untuk meluncurkan dompet digital.

Baca Juga: Setahun berdiri, afiliasi Go-Jek di Vietnam cetak 100 juta perjalanan

Singapura adalah pasar terbesar kedua Grab, di mana ia membangun markas US$ 135 juta. Perusahaan yang memiliki lebih dari 4,5 juta pengemudi di wilayah tersebut, bertujuan untuk menggandakan pendapatannya menjadi $ 2 miliar tahun ini.

Grab dan saingannya, Go-Jek yang berbasis di Indonesia, berevolusi dari operator transportasi online kini bergerak menjadi super aplikasi yang menyediakan banyak layanan menjadi seperti toko serba ada.




TERBARU

[X]
×