kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Harap cemas! Moody's potong rating 16 bank Spanyol


Jumat, 18 Mei 2012 / 09:07 WIB
Harap cemas! Moody's potong rating 16 bank Spanyol
ILUSTRASI. Peningkatan zat asam urat bisa mengakibatkan gangguan kesehatan, diantaranya linu-linu disertai nyeri pada persendian.


Reporter: Dyah Megasari, BBC, Reuters |

LONDON. Moody's Investors Services membuktikan ancamannya. Hari ini, lembaga pemeringkat yang akhir-akhir ini menjadi momok bagi industri perbankan Eropa memotong peringkat 16 bank di Spanyol.

Ini merupakan pukulan berat bagi industri perbankan yang tengah bergelut mengurangi kredit macet.

Moody's juga menggunting peringkat Santander UK yang merupakan anak usaha dari raksasa perbankan Spanyol, Santander Group.

Keputusan ini datang persis setelah saham salah satu bank yakni Bankia amblas 14%. Market value Bankia hampir terbelah dua selama bulan ini.

Bank kelas kakap, termasuk Banco Santander dan BBVA menjadi bank dengan pengawasan negatif. Artinya, kemungkinan downgrade lebih lanjut sangat besar.

"Perubahan peringkat Santander UK tak berdampak pada bisnis kami di Inggris atau mempengaruhi rencana pertumbuhan ke depan," klaim Andy Smith, juru bicara Santander, menanggapi downgrade ini.

Keputusan Moody's dianggap tak lebih buruk lantaran kepercayaan investor terhadap perbankan Spanyol sudah terkikis.

Pertimbangan utama yang dipakai lembaga pemeringkat dengan menurunkan rating perbankan lantaran pemerintah dianggap gagal menekan tingkat defisit negara. Kondisi itu mendorong kekhawatiran tak ada likuiditas yang bisa menolong perbankan dari masalah keuangan.

Perlu diketahui, industri perbankan Spanyol tengah menghadapi ledakan kredit macet sektor properti. Kebijakan pemerintah akhir-akhir ini sangat mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat.


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×