kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Emas Dunia Melemah Tipis Senin (4/5), Inflasi dan Negosiasi AS-Iran Jadi Fokus


Senin, 04 Mei 2026 / 08:50 WIB
Harga Emas Dunia Melemah Tipis Senin (4/5), Inflasi dan Negosiasi AS-Iran Jadi Fokus
ILUSTRASI. Harga Emas (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melemah tipis pada awal pekan seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi yang membayangi arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Di saat yang sama, pelaku pasar mencermati perkembangan negosiasi damai antara AS dan Iran.

Melansir Reuters pada perdagangan Senin (4/5/2026), harga emas spot turun 0,3% ke level US$ 4.599,45 per ons.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni terkoreksi 0,7% menjadi US$ 4.611,40 per ons.

Baca Juga: Amankan Pasokan Energi, PM Jepang Dijadwalkan Bertemu PM Australia

Sentimen pasar dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Washington akan memulai upaya pembebasan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz sebagai langkah kemanusiaan di tengah konflik dengan Iran.

Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan bahwa AS telah menyampaikan respons atas proposal 14 poin melalui mediator Pakistan, yang saat ini tengah ditinjau oleh Teheran.

Harga minyak dunia memang sedikit melemah, namun masih bertahan di atas US$ 100 per barel.

Ketidakpastian terkait potensi kesepakatan damai AS-Iran tetap menjadi perhatian utama pasar.

Baca Juga: Industri Korea Selatan Menguat, PMI April Capai Level Tertinggi 4 Tahun

Kenaikan harga energi ini berpotensi mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Kondisi tersebut biasanya menekan daya tarik emas, yang tidak memberikan imbal hasil, dibandingkan instrumen seperti obligasi pemerintah.

Pekan lalu, Federal Reserve memutuskan menahan suku bunga dan mengisyaratkan sikap hawkish, sehingga pasar mulai mengesampingkan peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari menilai konflik Iran yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi, sehingga membatasi ruang bank sentral dalam memberikan panduan kebijakan.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee menyebut data inflasi terbaru sebagai kabar buruk bagi The Fed.

Baca Juga: Pasca Kolaps, Spirit Airlines Sebut Proses Refund Penumpang Hampir Rampung

Ia menegaskan bank sentral perlu berhati-hati sebelum mempertimbangkan pemangkasan suku bunga.

Data menunjukkan inflasi AS pada Maret meningkat tajam, dengan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,7%, tertinggi sejak Juni 2022, dipicu lonjakan harga bahan bakar akibat konflik Iran.

Di pasar logam lainnya, harga perak naik tipis 0,1% menjadi US$ 75,38 per ons, platinum menguat 0,2% ke US$ 1.991,85, sedangkan paladium turun 0,3% ke level US$ 1.519,66 per ons.




TERBARU

[X]
×