Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia menguat lebih dari 2% pada Rabu (25/3/2026), didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta meredanya kekhawatiran terhadap lonjakan suku bunga global.
Berdasarkan data pasar, harga emas spot naik 2,1% ke level US$ 4.568,29 per ons troi, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April melonjak 3,8% menjadi US$ 4.569,40 per ons troi.
Penguatan emas terjadi seiring melemahnya dolar AS, yang membuat logam mulia tersebut lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Baca Juga: Ambisi Baru NASA: Basis Bulan dan Pesawat Nuklir ke Mars
Di saat yang sama, harga minyak dunia turun ke bawah US$ 100 per barel, meredakan kekhawatiran inflasi tinggi yang sebelumnya dipicu oleh lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.
Penurunan harga minyak ini dipicu oleh laporan adanya rencana AS untuk mengakhiri konflik dengan Iran melalui proposal perdamaian.
Presiden Donald Trump mengatakan, pihaknya telah membuat kemajuan dalam negosiasi untuk mengakhiri perang tersebut.
"Kami membuat kemajuan dalam upaya mengakhiri konflik, termasuk mendapatkan konsesi penting dari Iran," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Sumber lain menyebutkan bahwa Washington telah mengirimkan proposal perdamaian berisi 15 poin kepada Teheran, termasuk terkait isu energi non-nuklir dan Selat Hormuz.
Baca Juga: Australia Siap Tetapkan Harga Dasar Mineral Kritis, Tantang Dominasi China
Sebagai informasi, kenaikan harga minyak biasanya mendorong inflasi melalui peningkatan biaya transportasi dan produksi.
Meski inflasi tinggi kerap meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai, suku bunga tinggi justru dapat menekan permintaan terhadap aset non-yielding tersebut.
Data dari CME FedWatch menunjukkan, pelaku pasar kini hampir sepenuhnya menghapus ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral AS tahun ini.
Dalam catatannya, analis JPMorgan menilai koreksi harga emas sebelumnya justru menjadi peluang beli.
"Secara historis, pelemahan ini sering menjadi momentum taktis untuk membeli, dan prospek bullish akan semakin kuat jika konflik berlangsung lebih lama," tulis JPMorgan.
Selain emas, logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak naik 3,8% ke US$ 73,94 per ons troi, platinum menguat 2,6% ke US$ 1.984,05, dan palladium naik 1,5% menjadi US$ 1.461,75 per ons troi.













